Follow our news chanel

Kabut asap di Jambi dikeluhkan pengusaha kecil

Ilustrasi, pixabay.com
Kabut asap di Jambi dikeluhkan pengusaha kecil 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Keberadaan kabut asap dinilai merugikan karena mengganggu aktivitas mereka dalam melayani konsumen.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jambi, Jubi – Pengusaha kecil seperti jasa mencuci baju  atau Laundry, pedagang kaki lima kue basah dan lainnya di Kota Jambi mengeluhkan kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan. Keberadaan kabut asap dinilai merugikan usahanya karena mengganggu aktivitas mereka dalam melayani konsumen.

“Kalau menjemur itu jadi banyak debu bajunya, sehingga kita harus bersihkan lagi,” kata Indah, seorang pelaku usaha laundry di kota Jambi, Senin, (23/9/2019).

Baca juga : Ratusan orangutan di pusat rehabilitasi terancam kabut asap

Kabut asap sebabkan penerbangan jamaah haji tertunda

Dumai Tertutup Kabut Asap, Sekalipun Bukan Titik Api

Loading...
;

Indah mengaku kabut asap tidak mempengaruhi minat masyarakat yang memanfaatkan jasa laundry, namun asap mengganggu proses penjemuran, sehingga pakaian yang sudah dicuci dan dijemur kembali kotor.

Sedangkan pedagang kaki lima (PKL) yang menjual kue basah juga mengeluh asap yang semakin pekat dan bercampur debu yang rawan menempel di makanan. “Dikhawatirkan mengurangi pembeli,” kata seorang PKL, Meta.

Menuruut dia dalam sepekan terakhir kabut asap yang terjadi di Jambi semakin pekat, terutama pada malam hari. Bahkan bisa dikatakan Jambi saat ini sudah darurat cuaca.

Karena, kabut asap yang biasanya hanya dialami pada malam hari, kini sudah terjadi di sepanjang hari, dari pagi, siang sampai sore dan semakin pekat. Suasana di Kota Jambi pada siang hari jadi menyerupai sore hari.

“Darurat cuaca sudah, coba saja letakkan motor di luar, tidak sampai satu jam sudah penuh dengan debu, dada saja terasa sesak,” kata Meta menjelaskan.

Ia menyebutkan kabut asap tahun ini lebih parah dibanding pada tahun 2015, ia berharap pemerintah dapat melakukan upaya dan tindakan sebagai solusi untuk menghentikan kabut asap yang terjadi.

“Harapannya ada solusi yang dilakukan pemerintah, mengupayakan hujan buatan misalnya,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top