Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kadis P dan P Merauke: Bagi saya didemo itu hal biasa

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Tiasony Betaubun, saat memberikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun
Kadis P dan P Merauke: Bagi saya didemo itu hal biasa 1 i Papua
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Tiasony Betaubun, saat memberikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi –Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Tiasony Betaubun, akhirnya angkat bicara terkait aksi demonstrasi yang dilakukan Kepala Sekolah SMP/SMA Satu Atap (Satap) Terintegrasi Wasur, Sergius Womsiwor, bersama rarusan siswa-siswinya di kantor Bupati Merauke, beberapa waktu lalu.

“Bagi saya, hal biasa dan tentunya banyak tantangan saya hadapi untuk ke depan lebih baik.  Aksi demonstrasi yang dilakukan itu adalah hal biasa,” ujar Betaubun, kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, pihaknya tak akan memanggil Sergius Womsiwor untuk melakukan pertemuan.

“Nanti mereka akan sadar baru datang sendiri. Memang kita butuhkan sumber daya manusia untuk bidang pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut Betaubun menjelaskan, jumlah TK di Merauke ada 80, SD 210 dan SMP sebanyak 60. Lalu ketika hanya satu sekolah bermasalah, biarkan saja. Nanti akan diselesaikan.

“Dalam menduduki suatu jabatan, pasti ada tantangan dihadapi dan bagi saya itu hal biasa,” ungkapnya.

Loading...
;

Ditanya tudingan terhadap SMP/SMA Satap Wasur kalau anak-anak yang sekolah di sana bermasalah, Betaubun berdalih tak menyebutkan nama sekolah. Namun rekam jejak siswa ketika mengikuti ujian, harus jelas.

“Saya contohkan saja, murid kelas V berjumlah 30. Otomatis kelas VI berkisar antara 27-33. Kalau langsung 90 siswa, kita tanyakan sekolah mana yang tutup. Olehnya, penegasan saya adalah laporan pertanggungjawaban anggaran serta rekam jejak siswa untuk ikut ujian. Jangan sampai di satu sekolah ada nama siswa itu, di sekolah lain ada namanya pula. Akhirnya membuat data tak signifikan,” tegasnya.

Kepala Sekolah SMP/SMA Satap Terintegrasi Wasur, Sergius Womsiwor, beberapa waktu lalu mendesak kepada Kadis P dan K Merauke, Tiasony Betaubun, agar turun dari jabatannya. Karena apa yang disampaikan, tidak menunjukkan sebagai seorang pemimpin.

“Apa yang disampaikan Tiasony Betaubun tidak benar. Ingat bahwa anak-anak yang sekolah di SMP/SMA Satap Wasur adalah orang asli Papua,” tegasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top