Follow our news chanel

Kaisar Jepang turun tahta setelah tiga dekade berkuasa

Ilustrasi arsitektur kekaisaran Jepang, pixabay.com
Kaisar Jepang turun tahta setelah tiga dekade berkuasa 1 i Papua
Ilustrasi arsitektur kekaisaran Jepang, pixabay.com

Selama pemerintahannya Akihito berupaya mengobati kenangan menyakitkan dari Perang Dunia II serta merangkul rakyat biasa, termasuk masyarakat terpinggirkan.

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Tokyo, Jubi – Kaisar Jepang Akihito, mengakhiri kekuasaan selama tiga dekade dan akan menyerahkan tahta kepada putranya, Naruhito. Selama pemerintahannya Akihito berupaya mengobati kenangan menyakitkan dari Perang Dunia II serta merangkul rakyat biasa, termasuk masyarakat terpinggirkan.

Tercatat penurunan tahta secara sukarela pertama kali itu dilakukan oleh seorang Jepang dalam dua abad terakhir ini. Penurunan tahta diawali dengan upacara singkat dan sederhana di Istana Kekaisaran bergengsi Matsu no Ma, atau Ruang Cemara. Acara tersebut akan dihadiri oleh sekitar 300 undangan dan akan disiarkan di televisi secara langsung.

Baca juga : Ini pesan Kaisar Akihito menjelang turun tahta

Putri Jepang Ayako menikah dengan rakyat biasa

Akihito, yang berusia 85 tahun, merupakan kaisar Jepang pertama yang naik tahta di bawah konstitusi pascaperang, yang merumuskan kaisar sebagai simbol rakyat tanpa kekuatan politik. Ayah Akihito, Hirohito, yang namanya digunakan oleh pasukan Jepang untuk bertempur saat Perang Dunia II, dianggap sebagai dewa yang hidup hingga Jepang menelan kekalahannya pada 1945.

Loading...
;

Akihito bersama Permaisuri Michiko, istrinya yang berusia 65 tahun sekaligus anggota rakyat jelata pertama yang menikahi pewaris tahta Jepang, mengukir peran aktif sebagai simbol pemulihan persahabatan, perdamaian, dan demokrasi.

Akihito, yang pernah menjalani perawatan kanker prostat dan operasi jantung, dalam pidatonya pada 2016 mengatakan bahwa ia khawatir  usia akan mempersulit dirinya dalam menjalankan tugasnya secara penuh.

Pada Selasa pagi, Akihito akan melakukan ritual untuk melaporkan penurunan tahta di tempat suci di dalam Istana Kekaisaran. Tempat-tempat kudus itu terdiri dari satu simbol penghormatan kepada Dewa Matahari Amaterasu Omikami, yang menurut mitologi Jepang adalah sumber ketentuan bahwa garis kekaisaran ditentukan secara turun-temurun, dan dua lainnya untuk menghormati para kaisar yang telah berpulang serta dewa Shinto.

Pada sore harinya, upacara penyerahan tahta akan dilangsungkan dengan dihadiri oleh Perdana Menteri Shinzo Abe, Permaisuri Michiko, Putra Mahkota Naruhito dan istrinya, Putri Mahkota Masako. Ketua kedua parlemen dan hakim-hakim Mahkamah Agung pun turut menyaksikan upacara tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top