Follow our news chanel

Previous
Next

Kajati Papua diminta wujudkan pernyataannya kepada keluarga Tapol

Papua
Keluarga Tapol Papua saat bertemu Kajati Papua beberapa waktu lalu - Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, JubiKepala Kejaksaan Tinggi atau Kajati Papua diminta mewujudkan pernyataannya kepada keluarga tujuh tahanan politik (Tapol) yang diadili di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Satu di antara penasihat hukum atau PH tujuh Tapol Papua, Emanuel Gobay mengatakan sebelum para kliennya disidangkan di Pengadilan Negeri Balikpapan, mahasiswa dan pihak keluarga menemui Kajati Papua.

Para pihak itu meminta Kajati Papua agar para Tapol yang ketika itu masih berstatus tersangka makar, dipulangkan untuk menjalani proses hukum di Papua.

“Ketika itu Kajati Papua menyatakan para Tapol Papua akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Balikpapan. Setelah hakim memutus perkara tersebut, barulah mereka dikembalikan ke Papua,” kata Emanuel Gobay melalui sambungan teleponnya, Selasa (23/6/2020).

Menurutnya, dengan dasar pernyataan Kajati Papua kepada keluarga Tapol beberapa waktu lalu itulah, sehingga PH meminta agar Jaksa yang mengeksekusi putusan hakim, segera mengembalikan tujuh Tapol ke Papua untuk menjalani sisa masa tahanannya.

“Pernyataan Kajati Papua kepada keluarga Tapol ketika itu, bisa dikategorikan janji. Kajati Papua mesti mewujudkan pernyataan itu,” ujarnya.

Sebelum proses persidangan di Pengadilan Negeri Balikpapan, puluhan mahasiswa, aktivis pemuda, perwakilan organisasi gereja bersama keluarga tujuh Tapol bertemu Kajati Papua, Nikolaus Kondomo.

Loading...
;

Dalam pertemuan itu, para pihak meminta agar para Tapol yang dipindahkan ke Balikpapan dapat dikembalikan ke Papua.

Akan tetapi Kajati Papua ketika itu menyatakan pemindahan tersebut berdasarkan pertimbangan situasi keamanan jika para tersangka diadili di Papua.

Mahkamah Agung juga telah menunjuk Pengadilan Negeri Balikpapan sebagai lokasi mengadili tiga aktivis dan empat mahasiswa yang disangkakan pasal makar ketika itu.

“Jika putusan sudah selesai, mereka dipulangkan ke Papua. [Soal] mereka bersalah atau tidak, nanti pengadilan yang memutuskan,” kata Nikolaus Kondomo beberapa waktu lalu. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top