Kalbar kekurangan tenaga pengawas perusahaan

Ilustrasi, pekerja Mayday, pixabay.com
Kalbar kekurangan tenaga pengawas perusahaan 1 i Papua
Ilustrasi, pekerja Mayday, pixabay.com

Setiap pengawas hanya mampu mengawasi lima perusahaan setiap bulan karena keterbatasan jumlah pengawas tenaga kerja

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Pontianak, Jubi – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kalimantan Barat (Kalbar), kekurangan tenaga pengawas. Tercatat saat ini  ada 13.200 perusahaan yang terdaftar di provinsi ini.

“Dinas Nakertrans Kalbar saat ini hanya memiliki 18 pengawas, sementara perusahaan yang harus diawasi sebanyak 13.200 di daerah tersebut,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kalimantan Barat , Ignasius, Senin, (22/7/2019).

Saat ini setiap pengawas hanya mampu mengawasi lima perusahaan setiap bulan karena keterbatasan jumlah pengawas tenaga kerja tersebut. Belum lagi dari jenis perusahaannya, baik itu kecil, menengah hingga besar yang perlu pengawasan.

“Jika sesuai dengan target kinerja pengawas lima perusahaan setiap bulan maka butuh 12 tahun baru semua bisa diawasi,” kata Ignatius menambahkan.

Meski demikian, lanjut dia Dinas Nakertrans Kalbar memiliki rencana kerja pengawasan dan itu sudah disusun.  Selain pengaduan, perusahaan yang mendapat skala prioritas pengawasan yang mempekerjakan tenaga kerja asing.

Loading...
;

Saat ini Disnakertran memberikan skala prioritas pengawasan terhadap perusahaan di Kalbar, salah satunya jika perusahaan itu diadukan tenaga kerjanya. “Artinya ketika ada pengaduan maka bisa lebih dari lima perusahaan yang diawasi dalam satu bulan oleh kami,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top