Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kambuaya: Papua gabung ke Indonesia bukan dengan ‘tangan kosong’

Papua
Ilustrasi warga asli Papua - Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Ketua tim Gugus Tugas Papua Universitas Gajah Mada (UGM), Bambang Purwoko mengatakan perlu ada upaya proteksi terhadap masyarakat asli Papua, yang disertai penguatan.

Ia mengatakan, para pengambil kebijakan di pusat mesti merancang sebuah kebijakan proteksi dan penguatan hingga pelaksanaannya benar-benar dapat diimplementasikan.

Pernyataan itu dikatakan Bambang Purwoko dalam diskusi daring Papua Strategic Policy Forum #6 bertema “Desain Pembangunan Untuk Memproteksi Orang Asli Papua.” Diskusi yang diselenggarakan Gugus Tugas Papua UGM itu digelar, Rabu (29/7/2020).

Kambuaya: Papua gabung ke Indonesia bukan dengan 'tangan kosong' 1 i Papua

“Bagaimana kemudian proteksi yang sudah ada dalam Undang-Undang Otsus Papua bisa lebih dikongkritkan, dilaksanakan lebih baik lagi. Perlu ada upaya proteksi kepada masyarakat asli Papua disertai penguatan,” kata Bambang.

Akan tetapi menurutnya, proteksi terhadap orang asli Papua jangan sampai membelenggu kebebasan mereka. Memberikan perlindungan, tapi membelenggu ruang kebebasan akan membelenggu potensi orang asli Papua untuk berkembang lebih baik lagi.

“Melakukan penguatan ini yang mesti dipikirkan. Menyiapkan konsep dasar kebijakan protektif yang berujung pada penguatan, pemberdayaan orang asli Papua menjadi sangat penting,” ucapnya.

Dosen dari Universitas Cenderawasih Jayapura, Balthasar Kambuaya mengatakan semua situasi yang dialami orang asli Papua kini, terjadi karena tidak adanya saling percaya antara pemerintah pusat dan pihak di Papua.

Loading...
;

Meski pemerintah telah memberikan Undang-Undang Otonomi Khusus atau Otsus kepada Papua, namun masih ada kesan ketidakpercayaan terhadap mereka di Papua.

“Padahal banyak hal-hal yang kami rasa, kami di Papua ini bisa melakukannya. Undang-Undang Otsus itu kami orang Papua yang susun. Kami tahu apa kebutuhan kami. Tapi tak bisa dilaksanakan maksimal. Ini masalah ketidakpercayaan,” kata Kambuaya.

Menurutnya, pandangan pemerintah pusat terhadap orang asli Papua patut dipertanyakan kembali. Mestinya, ada saling percaya dan menghargai agar menemukan pola pendekatan yang baru.

“Perlu disadari orang Papua bukan tamu di republik ini. Orang Papua tidak datang (bergabung) ke republik ini dengan tangan kosong. Memberikan segala kekayaan alam mereka. Ini perlu dihargai, keberadaan orang Papua mesti dibayar mahal sebagai bagian penting dari negara ini. Perlu terobosan yang sifatnya proteksi,” ucapnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top