Kampung Mambum butuh mekanisasi pertanian

Papua
Ilustrasi petani membajak sawah - Pexels.com.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Kimaam, JubiPetani membutuhkan bantuan peralatan modern di Kampung Mambum, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke. Pengolahan lahan dan pascapanen selama ini masih mengandalkan peralatan manual.

“Panen masih mengunakan arit dan merontokan (padi) mengunakan kayu. Itu lantaran belum ada peralatan (mekanisasi pertanian),” kata Elisabeth Core Kinambure, petani setempat saat ditemui Jubi, Jumat (21/8/2020).

Kinambure membudidayakan padi di lahan sawah sejak sekitar 10 tahun silam. Selama itu pula dia kerap kesulitan saat memanen hasil tanamannya.

“Setelah diarit (disabit), padi beserta batang (malai) dibiarkan (dijemur) selama tiga hari. Setelah itu, (padi) baru dipukul dengan kayu (hingga rontok),” jelasnya

Karena masih menggunakan peralatan manual dan seadanya, Kinambure membutuhkan waktu lama untuk mengolah padi. Dia setidaknya harus mengerjakan proses pascapanen tersebut selama satu bulan.

“Selain mesin perontok padi, kami membutuhkan tambahan hand tractor, dan alkon (mesin pompa irigasi). Hand tractor (traktor tangan) saat ini hanya ada tiga (dan dipakai bergantian),” katanya.

Kinambure mengaku bisa memanen hingga 4 ton gabah dari sawahnya yang seluas 1 hekare. Dia sebenarnya ingin memperluas areal penanaman padi tersebut, tetapi masih terkendala oleh ketersediaan peralatan dan sarana pendukung.

Loading...
;

“Pemerintah Kabupaten Merauke seharusnya memberi perhatian serius kepada Orang Asli Papua di Kimaam. Mereka membuka lahan pertanian tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Emanuel Buyuka, warga Kimaam. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top