Follow our news chanel

Previous
Next

Kampus STISIP Yapis Wamena pindah sementara ke mall

Kampus STISIP Yapis Wamena pindah sementara ke mall 1 i Papua
Suasana perkuliahan mahasiswa di kampus sementara di Basement Mall Wamena. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena, harus pindah sementara ke basement Mall Wamena, setelah kampus itu menjadi sasaran pembakaran saat rusuh 23 September 2019 lalu.

Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, Rudi Hartono mengatakan, dibukanya kampus sementara di Mall Wamena agar proses pembelajaran tetap berjalan.

“Memang sampai saat ini masih banyak mahasiswa/mahasiswi yang meninggalkan Kota Wamena, jadi kita melakukan registrasi ulang minggu kemarin. Dari 1.200-an yang teregistrasi dalam semester ini, kemarin kita registrasi ulang itu sekitar kurang lebih 400-an orang,” kata Rudi saat dihubungi, Jumat (1/11/2019).

Ia jelaskan, kampus sementara ini dibuka setelah dilakukan rapat 26 September 2019, yang memutuskan untuk tetap melakukan proses belajar, sehingga sejak dua pekan lalu dimulai.

“Memang kita tidak langsung lakukan perkuliahan, karena perlu konsolidasi dulu untuk perbaikan, karena kursi yang digunakan di kampus sementara sisa-sisa kursi yang terbakar, sembari menyiapkan sekat-sekat ruang kuliah, sekretariat rektorat dan segala macam ruangan lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini jelas mengenai sarana prasarana, dimana 85 persen kampus lama telah habis terbakar hanya menyisakan ruang rektorat.

Loading...
;

Lanjutnya, saat pindah ke kampus sementara mahasiswa berkuliah hanya dibatasi sekat-sekat yang terbuat dari tripleks dan kayu, ditambah meja dan kursi yang sudah tidak beralas spons karena semua terbakar.

“Fasilitas penunjang seperti infocus, papan tulis maupun sarana belajar lainnya tidak dapat digunakan, sehingga memanfaatkan apa yang masih tersisa di kampus lama,” katanya.

Selain jumlah mahasiswa yang masih sedikit, tenaga dosen pun yang hadir mengajar, baru 22 orang dari 64 dosen yang ada. Karena setelah kejadian banyak yang memilih meninggalkan Wamena.

Julias Kogoya, seorang mahasiswa STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena saat ditemui di kampus sementara, berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat segera membangun kembali kampus mereka.

“Kalau kuliah di kampus sementara ini jelas sedikit terganggu, karena ruang kelas saling berdekatan hanya disekat tripleks saja, sehingga mengganggu kami yang sedang belajar di sebelahnya,” kata Julias Kogoya.

Selain itu, kata Kogoya, setiap mahasiswa harus saling berbagi ruang kuliah, karena hanya ada enam ruang kelas yang digunakan di basement Mall Wamena.

“Kami berharap kampus baru nantinya segera dibangun, agar kami bisa berkuliah seperti biasa,” katanya. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top