Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kandas di Jakarta, Umel Mandiri tingkatkan persiapan

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

MESKI tidak mendapat juara dalam sesi debat antarperguruan tinggi se-Indonesia di Jakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Umel Mandiri Jayapura mempersiapkan mahasiswanya agar bisa menjadi lebih baik dan dapat bersaing di kancah nasional.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STIH Umel Mandiri yang juga dosen pendamping, Arman Koedoeboen, ketika dihubungi Jubi dari Jayapura, Kamis, 30 Agustus 2018 mengatakan, mereka hanya lolos di 16 besar dalam debat tersebut.

Kandas di Jakarta, Umel Mandiri tingkatkan persiapan 1 i Papua

Tiga mahasiswanya sebagai perwakilan Provinsi Papua untuk masuk dalam ajang debat yang diikuti 35 perguruan tinggi di 34 provinsi di Indonesia. STIH Umel Mandiri masuk dalam grup D, termasuk dalam satu grup dengan Universitas Indonesia (UI), Universitas Syah Kuala Aceh, dan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

“Juara grup D Universitas Syah Kuala Aceh yang kemudian juara 1. Kita kalah saat lawan UI dan Uinsyah Kuala Aceh,” kata Arman Koedoeboen.

Tiga mahasiswa Papua dari Umel Mandiri adalah Matheus Fredy E.S, Yustinus Mote, dan Sepriani Tamme Patiung. Mereka mewakili Provinsi Papua untuk mengikuti lomba debat konsistusi putaran final, yang digelar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Jakarta, 25 Agustus 2018.

Menurut Arman, debat diikuti tiga mahasiswanya ini bukan baru pertama kali diikuti. Mereka bahkan telah mengikuti lomba serupa sebelumnya, baik tingkat lokal, maupun tingkat nasional.

Loading...
;

Tahun 2016 perguruan tinggi yang berada di Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura ini, mewakili Papua untuk mengikuti lomba debat “Parade Cinta Tanah Air” oleh Kementerian Pertahanan Indonesia di Jakarta. Ketika itu diikuti tiga mahasiswa Umel Mandiri, dari jurusan pidana, tatanegara, dan perdata.

Para mahasiswanya mengikuti debat di Jakarta ini pun dipilih melalui seleksi sebelumnya. Tahun 2016 juga ada diseleksi di daerah-daerah ICTA 2016 untuk beberapa kampus yang mempunyai program studi hukum. Tetapi tahun 2018 lomba debat konsistusi baru diidkuti Umel Mandiri dan mewakili Provinsi Papua.

Sebelumnya, 2017 lalu, Umel Mandiri menjuarai debat yang diikuti Universitas Cenderawasih (Uncen), Universitas Yapis Papua, STAIN Al Fatah. Dari debat ini, Umel Mandiri melanjutkan langkahnya menuju ibu kota, dalam debat sesi final pada 25-31 Agustus 2018.

Untuk diketahui, kampus ini telah mengalahkan semua kampus yang memiliki fakultas hukumnya di Jayapura. Seleksinya dilakukan oleh MPR RI.

Umel Mandiri merupakan satu-satunya kampus swasta di Papua yang mengikuti debat tersebut. Mereka melawan universitas-universitas ternama di Jawa dan seluruh Indonesia, seperti, Universitas Padjajaran Bandung, UI, Universitas Parahyangan Bandung, Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan sejumlah perguruan tinggi swasta dan negeri lainnya di Indonesia.

Meski awalnya Umel Mandiri optimistis, toh mereka hanya bertahan di 16 besar. Grupnya diwakili Uinsyah Kuala Aceh yang kemudian menjadi juara 1 pada sesi debat ini. Selanjutnya, juara 2 Universitas Andalas Sumatra Barat, juara 3 Universitas Riau, juara 4 Universitas Jambi, Provinsi Jambi.

Selama di Jakarta para peserta mengikuti Gebyar Konsistusi, jalan santai, dan mengikuti HUT MPR seusai debat.

Arman berpesan agar mahasiswanya tidak berkecil hati dan tetap bersemangat dan meningkatkan kemampuan akademik, analisa, dan sikap kritis.

“Kita memang ada komunitas Honai Debat, sebagai wadah melatih berpikir kritis mahasiswa,” katanya.

Salah satu mahasiswa STIH Umel Mandiri yang akan mengikuti debat, Matheus Fredy E.S, kepada wartawan sebelumnya mengaku berbangga karena bisa mewakili Papua dan mengikuti debat konstitusi. Universitas Papua (Unipa) Manokwari mewakili Provinsi Papua Barat.

“Saya secara pribadi dan teman-teman tentu ini tantangan sekaligus bangga. Menjadi fokus kami saat ini mempersiapkan diri untuk mengikuti debat tersebut dan semoga kami berhasil,” katanya.

Alumnus STIH Umel Mandiri, Karlus Burdin, mengatakan dirinya sebagai alumnus merasa bangga atas keikutsertaan dari adik-adiknya mahasiswa Umel Mandiri dalam debat di Jakarta.

Menurut dia, ini merupakan prestasi yang luar biasa dan harus ditingkatkan. Meski usia alamaternya terbilang baru, sejak 2001, setidaknya bisa mewakili Papua dalam ajang nasional semacam debat tadi.

“Prestasi ini harus dipertahankan dan ditingkatkan, supaya debat-debat selanjutnya bisa memotivasi mahasiswa lainnya,” kata lulusan hukum perdata ini.

Pria yang mengaku pernah mengikuti debat di kampusnya, yang digelar salah satu stasiun televisi lokal di Papua ini, bahkan meminta agar civitas akademika Umel Mandiri meningkatkan sarana dan prasarana penunjang proses perkuliahan. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top