Follow our news chanel

Previous
Next

Kanselir Jerman yakin Alexei Navalny diracun

Papua,
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Kanselir Jerman, Angela Merkel menduga kuat Alexei Navatelny, sosok yang suka mengkritik Kremlin (Pemerintah Rusia) sudah diracuni, Berlin mengharapkan Moskow mau menjelaskan sendiri hal ini.

Merkel mengatakan pihaknya akan berkonsultasi dengan negara-negara sekutunya di NATO tentang bagaimana menanggapi isu ini, dan kemungkinan menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia untuk menjatuhkan harga aset mereka.

Meski Moscow membantah terlibat dalam insiden tersebut. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan pernyataan Jerman itu tidak didukung oleh bukti. Kementerian pun mengkomplain cara Jerman dalam memberikan informasi mengenai Navalny.

“Ini informasi yang mengusik tentang upaya pembunuhan melalui racun terhadap sosok Ketua Oposisi Rusia. Alexei Navalny adalah korban sebuah serangan dengan racun saraf jenis Novichok,” kata Merkel, Rabu, (2/9/2020) kemarin.

Baca juga : Kejaksaan Rusia enggan investigasi kasus Alexei Navalny 

Pendukung Putin ini bersumpah hancurkan Alexei Navalny jika bangkit dari koma 

Loading...
;

Ini bukti racun dalam tubuh Alexei Navalny

Alexei Navalny diduga diracun dengan jenis Novichok yang menyerang saraf. Novichok adalah zat yang sama digunakan untuk melumpuhkan seorang agen ganda asal Rusia dan putrinya pada 2018 di Inggris. Racun yang mematikan ini dikembangkan oleh militer Soviet pada 1970-an dan 1980-an.

Navalny, 44 tahun, adalah oposisi Rusia yang dikenal kritis terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin dan sangat menyoroti pada pejabat yang diduga melakukan kejahatan korupsi. Navalny sudah dilarilan ke Jerman pada bulan lalu setelah pingsan dalam sebuah penerbangan domestik di Rusia usai meminum secangkir teh. Sekutunya mengatakan teh itu kemungkinan sudah diracun.

Gedung Putih mengatakan penggunaan Novichok benar-benar Tindakan tercela. Washington akan bekerja dengan sekutu-sekutunya meminta pertanggungjawaban orang-orang yang seharusnya bertanggung jawab, di manapun bukti mengarah.

Inggris dan Prancis ikut mengutuk penggunaan Novichok. Sedangkan Uni Eropa mengatakan mereka yang bertanggung jawab harus diadili.

Sumber di pemerintah Amerika Serikat yang mengetahui pelaporan dan analis intelijen Amerika Serikat mengatakan penggunaan racun saraf Novichok menandakan bahwa Presiden Putin berani menargetkan individu yang menurutnya mengancam atau menjengkelkan. Otoritas dan dokter-dokter dari Rusia sebelumnya mengatakan mereka tidak dapat menemukan bukti bahwa Navalny diracuni. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top