Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kapal kontainer angkut kumbang invasif ditemukan di Vanuatu

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Sebuah kapal kontainer telah diperintahkan oleh Departemen Biosecurity Vanuatu, untuk segera meninggalkan pelabuhan laut dan dilabuhkan di Pelabuhan Port Vila, bukan di dermaga seperti sebelumnya.

Direktur Biosecurity, Timothy Tumukon, mengatakan kepada Kizzy Kalsakau dari stasiun radio 96 Buzz FM, bahwa mereka telah menemukan sejumlah spesies kumbang, ngengat, dan semut yang masih hidup di atas kapal itu, dan itulah sebabnya mengapa pendekatan berdasarkan asas kehati-hatian itu diambil.

Kapal kontainer angkut kumbang invasif ditemukan di Vanuatu 1 i Papua

Kapal kontainer itu bernama New Guinea Chief. Spesies kumbang badak yang invasif juga ditemukan hidup di atas kapal itu.

“Kita memutuskan untuk mengambil sejumlah pendekatan preventif, untuk memastikan kita mengontrol organisme tetap tinggal di atas kapal itu, dan kita sedang dalam proses melakukan perlakuan kimia untuk menangani organisme-organisme itu.

“Kita baru menemukan satu kelompok organisme itu hari ini, kita juga menyadari bahwa kapal itu sudah sampai di sini sejak kemarin.”

“Jadi tindakan kita memang agak terlambat untuk saat ini, tetapi kita sudah memindahkan kapal itu, dan kita berusaha untuk melakukan semua yang dapat dilakukan hari ini, untuk memastikan bahwa kita mengisolasi semua organisme di atasnya.”

Loading...
;

“Kita telah melakukan semua tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan, karena kapal itu datang dari bagian utara Pasifik, di daerah-daerah dimana kita tahu terjadi persebaran spesies kumbang badak, yang telah menyebabkan kerusakan pada pohon-pohon kelapa,” kata Tumukon.

Dia mengatakan mereka belum menentukan apakah kumbang badak yang ditemukan adalah hama yang hadir di negara-negara seperti Samoa, atau biotipe yang ditemukan di Guam, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon.

Kemarin pagi (30/10/2018), petugas dari Biosecurity dan Bea Cukai menaiki kapal itu bersama dengan perusahaan pengendali hama setempat, untuk melakukan analisis menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil.

Tumukon mengatakan ada beberapa tindakan pembendungan telah dilakukan, seperti penggunaan tabung-tabung di setiap kabin dan perlakuan kimia pada permukaan kapal.

Dia juga mengatakan ada beberapa alternatif dalam menangani kasus ini dan mereka memperlakukannya dengan hati-hati, mempertimbangkan secara cermat implikasi perdagangan yang ada.

Ini bukan pertama kalinya organisme hidup ditemukan di atas kapal. Tumukon mengatakan, langkah terakhir mereka adalah mengirim kapal itu kembali ke pelabuhan terakhirnya. (Vanuatu Daily Post)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top