Follow our news chanel

Previous
Next

Kapolda Papua perintahkan tangkap pelaku perusakan rumah di Koya

Warga Koya berkumpul di sekitar rumah yang dirusak oleh kelompok radikal dan intoleran - IST
Kapolda Papua perintahkan tangkap pelaku perusakan rumah di Koya 1 i Papua
Warga Koya berkumpul di sekitar lokasi pemalangan jalan pasca insiden pengrusakan rumah oleh kelompok radikal dan intoleran – IST

Jayapura, Jubi – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Martuani Sormin perintahkan anggotanya untuk segera menangkap pelaku pengrusakan rumah, di Koya Barat, Muara Tami, Kota Jayapura.

“Saya sudah perintahkan anggota kami dari Polres Jayapura dan Polda Papua untuk turun ke lokasi kejadian, untuk mengambil tindakan pengamanan. Muda-mudahan dalam waktu relatif singkat pelaku pengrusakan bisa segera ditangkap,” kata Martuani kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (27/2/2019).

Menanggapi info kejadian yang sudah meluas di media sosial, dirinya meminta seluruh masyarakat untuk tidak memplintirnya ke unsur SARA, karena saat ini aparat kepolisian sedang menangani dan mengejar pelaku.

“Saya tidak mau kejadian ini menyebabkan konflik yang meluas. Yang jelas sudah ditangani dan sipaya yang bersalah hukum akan segera di tindak,” ucapnya.

“Nanti kalau pelaku pengrusakan sudah ditangkap, baru kita luruskan masalah ini. Yang jelas tidak ada unsur SARA di kejadian ini,” sambungnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian pengrusakan rumah di Koya Barat terjadi pada Pukul 05.00 pagi WP. Rumah milik warga bernama Hanok Duwiri dan Hermina Aninam ini diserang dan di rusak oleh 15 orang dengan membawa senjata tajam. 15 orang ini diduga merupakan kelompok radikal dan intoleran dibawah pimpinan Jafar Umar Thalib (JUT) yang selama ini bermukim di sekitar Koya, Arso dan Keerom.

Akibatnya, warga memalang jalan protokol Koya Barat dengan cara membakar ban. Kemarahan warga muncul dikarenakan adanya ancaman terhadap keluarga tersebut dan seorang anak bernama Irfan (15 tahun) ditendang   oleh para pelaku.

Loading...
;

Usai melakukan itu, para pelaku yang berjumlah 15 orang dan menggunakan sorban pergi meninggalkan rumah tersebut tanpa jejak. Namun aparat polisi sedang mengejar dan kondisi di daerah tersebut dalam kondisi kondusif.

Insiden yang nyaris sama dengan pelaku dari kelompok yang sama pernah terjadi pada tahun 2016. Pasca insiden tersebut, pemerintah Kota Jayapura secara tegas menolak kehadiran kelompok radikal ini dari wilayah Kota Jayapura. Kelompok ini kemudian diketahui pindah ke wilayah Kabupaten Keerom. (*)

Editor : Victor Mambor

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top