HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Kapolda Papua: Saya sudah memaparkan kepada gubernur terkait Nduga

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, ia telah memaparkan kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe terkait apa yang terjadi di Kabupaten Nduga.

Menurutnya, hal tersebut disampaikannya saat Gubernur Papua, Lukas Enembe mengundang semua Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan rapat, Jumat (28/12/2018) pukul 10.00 WP.  

Kapolda Papua: Saya sudah memaparkan kepada gubernur terkait Nduga 1 i Papua

"Saya sebagai pejabat publik tak boleh memberikan kebohongan. Dalam pertemuan, saya memaparkan apa yang terjadi di Nduga dengan fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Irjen Pol Martuani Sormin dalam refleksi akhir tahun 2018 Kapolda Papua, di Mapolda Papua, Jumat (28/12/2018). 

Ia mengatakan, pihaknya sudah memberikan masukan kepada gubernur Papua jika yang bersangkutan merupakan penanggung jawab keamanan di Papua. Kapolda, Pangdam, Kajati, Danlanud, Danlantamal di bawah gubernur. 

Dalam rapat Forkopimda itu kata Irjen Pol Martuani Sormin, ia menyampaikan kepada gubernur dan Forkopimda, mestinya Kapolda dan Pangdam diundang dalam rapat paripurna non-APBD DPR Papua beberapa waktu lalu. 

"Agar semua anggota DPR Papua sebagai refleksi perwakilan masyarakat Papua mendengar langsung apa yang terjadi (di Nduga)," ujarnya. 

Loading...
;

Katanya, 2 Desember 2018, informasi terkait kejadian di Nduga masih tidak jelas. Ada informasi yang menyebut terjadi penyanderaan, 31 pekerja sipil jalan trans Papua meninggal karena mendapat kekerasan, dan lain sebagainya. 

Setelah itu, kemudian muncul berbagai pembicaraan di masyarakat jika mereka yang meninggal di Nduga adalah oknum TNI menyamar, dan lainnya sebagainya. 

"Kami pastikan pekerja itu adalah warga sipil. Kemudian muncul isu tiga atau empat orang meninggal akibat bom. Pada 12 Desember 2018, saya perintakan Kasat Serse dan Kasat Intel mengecek apakah benar ada bom, ada yang meninggal," ucapnya. 

Katanya, dari fakta dan keterangan saksi, tiga orang ditemukan meninggal dunia. Dua orang telah dimakamkan dan satu dibakar. Polda menganalisis, ketiganya diduga bagian dari penyerangan Pos TNI, 3 Desember 2018 di Nduga, yang menyebabkan satu TNI meninggal dan satu lainnya terluka. 

"Kami analisis seperti itu karena jenazahnya ditemukan tidak jauh dari pos. Kesaksian pendeta Kingmi menyatakan hanya melihat helikopter dan asap, tidak melihat ada bom dijatuhkan. Saat evakuasi para korban pekerja jalan trans Papua, satu Brimob dan dua TNI terluka karena ditembaki kelompok bersenjata," katanya. 

Ia mengatakan, tudingan hanya dialamatkan kepada Polri dan TNI. Setelah isu penggunaan bom di Nduga, muncul isu terjadi pengungsian besar-besaran dari beberapa kampung (distrik) di Nduga. 

"Kami pastikan tidak ada. Pada 24 Desember 2018, Polri dan TNI ibadah Natal bersama masyarakat Mbua. Saya sudah perintahkan kepada jajaran saya, agar penyebar hoaks segera ditindak. Saya pastikan itu. Kemarin karena masih banyak yang kami urus, sehingga kami baru terpikir," ucapnya. (*)  

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa