TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Kapolda Papua sebut demonstran tolak Otsus Jilid II bawa molotov

Demonstrasi Papua
Mahasiswa pengunjuk rasa tolak Otsus membopong rekannya, Matias Suu, mahasiswa semester 7, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih (berbaju biru) yang mengalami luka tembak. Jubi/Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Paulus Waterpauw mengatakan pihaknya membubarkan unjuk rasa Tolak Otonomi Khusus Papua Jilid II di Perumnas III, Waena, Kota Jayapura, karena menemukan demonstran yang membawa molotov. Hal itu dinyatakan Waterpauw saat dikonfirmasi pembubaran unjuk rasa itu melalui layanan pesan Whatsapp, Selasa (27/10/2020).

Sebelumnya, Jubi memberitakan pasukan gabungan TNI/Polri pada Selasa menghadang, membubarkan para demonstran yang berunjuk rasa untuk menolak rencana pemberlakuan Otonomi Khusus (Otsus) Papua Jilid II. Dalam pembubaran itu, sejumlah aparat keamanan memukuli para demonstran, serta melepaskan tembakan gas air maupun peluru. Seorang demonstran, Matias Suu tertembak di lengan kanan.

Saat dikonfirmasi masalah pembubaran itu, Waterpauw menyatakan pihaknya mendapati ada demonstran yang membawa molotov dan dopis (sejenis bom ikan). “Ini ditemukan di Perumnas III. Dopis dan bensin,” tulis Waterpauw saat menjelaskan foto yang diteruskan Jubi, Selasa.

Waterpauw juga meneruskan sejumlah keterangan bawahannya, yang melaporkan massa pengunjuk rasa Tolak Otsus Jilid II membawa molotov. Saat ditanyakan apakah penangakapan dengan tembakan gas air mata dan peluru itu terkait dengan temuan molotov itu, Waterpauw membenarkan. “Benar ade,” tulis Waterpauw melalui layanan Whatsapp.

Baca juga: Aksi tolak Otsus; satu mahasiswa tertembak dan 13 ditangkap

Sejumlah saksi mata yang diwawancarai Jubi tidak menyebut adanya demonstran dan dopis. Dalam pembubaran aksi itu, seorang demonstran bernama Matias Suu tertembak di lengan kanan, dan dilarikan ke Rumah Sakit Dian Harapan.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua juga menegakan polisi telah membubarkan unjuk rasa Tolak Otsus Jilid II itu dengan tembakan. Polisi juga menangkap 13 demonstran, yaitu Apniel Doo, John F.Tebay, Yabet Lukas Degey, Meriko Kanak, Orgis Kanak, Charles siep, Ones Sama, Yanias Mirin, Arkilaus Lokon, Kristianbus Degei, Laban Heluka, dan AusiliusMagai.

Direktur LBH Papua, Emanuel Gobay mengatakan demonstrasi adalah hak berekspresi yang dijamin Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Gobay mengkritik aparat keamanan di Papua yang kerap mengabaikan tugasnya untuk mengawal kemerdekaan warga di Papua untuk menyatakan pendapat di muka umum, sebagaimana yang terjadi dalam pembubaran unjuk rasa Tolak Otsus Jilid II pada Selasa.

“Pada prakteknya Aparat gabungan TNI dan Polri mengunakan pedekatan kekerasan sehingga mengakibatkan ada masa aksi yang terkena luka tembak dan juga ada beberapa masa aksi yang matanya perih akibat tembakan gas air mata,” kata Gobay.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us