Follow our news chanel

Kapolda Papua: Sudah dua kali tahanan kabur dari lapas sejak saya menjabat

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin mengatakan pihaknya akan segera melakukan pertemuan khusus dengan Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Papua untuk membahas insiden larinya 26 Narapidana dari Lapas Klas II B Wamena, belum lama ini.

"Ini kali kedua narapidana lari selama saya menjabat Kapolda Papua. Saya akan bicara sama Kakanwil Kemenkumham Papua untuk mengetahui kenapa narapidana di Lapas Wamena sering lari," katanya kepada wartawan di GOR Waringin Kota Jayapura, Kamis (24/1/2019) malam.

Menurutnya, kaburnya para narapidana dari beberapa Lembaga Pemasyarakatan di wilayah Papua selama karena terjadinya over kapasitas.

"Over kapasitas tidak bisa dipungkiri dan ini menjadi masalah yang harus cepat ditangani. Kita harus mencari solusi bersama. Saya contohkan over kapasitas yang terjadi di Lapas Narkoba sehingga jalan satu-satunya mereka ada beberapa orang yang dipindahkan ke Makassar," ujarnya.

Kasus kaburnya 26 Narapidana terjadi pada Selasa (22/1/2019) sore sekitar pukul 16.21 WP. Para napi melarikan diri dengan cara menjebol ornames (pagar kawat) dan berlarian menuju Pos 3 penjagaan. Kemudian memanjat tembok menggunakan tangga yang  sudah disiapkan terlebih dahulu.

Narapidana ini pun sempat melakukan perlawanan terhadap Sipir Lapas dengan cara melempari batu dan kayu hingga mengakibatkan satu Sipir Lapas harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Loading...
;

Lima diantara napi yang kabur berhasil ditangkap kepolisian dengan melumpuhkanya menggunakan timah panas, lantaran melakukan perlawanan.

Pasca kaburnya 26 Narapidana dari Lembaga Pemasyarakat Klas II B Wamena, Kepolisian Resort Jayawijaya pun memperketat penjagaan di jalan lintas antar kabupaten bahkan di bandar udara, guna mengantisipasi para narapidana meninggalkan Kota Wamena.

Sebelumnya, Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya mengungkapkan, saat kejadian para narapidana yang kabur ini sempat menganiaya seorang petugas Lapas sehingga mengalami luka cukup parah, akibat dipukul dengan kayu balok dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"Dari 26 orang kabur ini, lima orang kami berhasil tangkap kembali, tiga diantaranya harus dilumpuhkan akibat melawan. Dan rata-rata semuanya saat dilakukan pengejaran berada sekitar satu kilo meter dari area Lapas," ujar Tonny Ananda kepada wartawan di Mapolres Jayawijaya belum lama ini.

Ia menyebutkan, sejak kejadian kaburnya tahanan dan narapidana itu kepolisian terus berusaha mengejar, dengan melibatkan 50 personel. Ia juga mengimbau agar sisa narapidana yang masih belum didapatkan itu dapat menyerahkan diri.

"Saya akan menyikapi atas kejadian ini, otomatis ke depan saya akan melakukan kerjasama untuk mengirim anggota kami untuk memback up menjaga lapas dengan menempatkan personel, tetapi harus ada MoU terlebih dahulu dengan Lapas," katanya.

Ia juga melihat kondisi pengamanan Lapas Wamena sangat tidak memenuhi syarat, di mana jumlah petugas lebih sedikit dari warga binaan yang ada, sehingga dari segi pengamanan kurang tertata baik. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top