Follow our news chanel

Kapolda Papua wajibkan setiap Kapolres miliki 10 anak asuh

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal saat berdiskusi dengan Kepala Ombusdman RI perwakilan Papua, Sabar Iwanggin di sela-sela diskusi soal penerimaan calon anggota Polri yang diadakan oleh Polda Papua - Jubi/Roy Ratumakin.
Kapolda Papua wajibkan setiap Kapolres miliki 10 anak asuh 1 i Papua
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal saat berdiskusi dengan Kepala Ombusdman RI perwakilan Papua, Sabar Iwanggin di sela-sela diskusi soal penerimaan calon anggota Polri yang diadakan oleh Polda Papua – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Untuk memenuhi kuota kelulusan 70 persen orang asli Papua (OAP) dalam penerimaan Polri khususnya di lingkup Polda Papua, kini Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf Alberth Rodja melakukan terobosan baru.

Setiap Kapolres di 29 kabupaten/kota yang ada di Papua wajib menjadi orangtua asuh bagi 10 anak orang asli Papua (OAP) yang akan dipersiapkan secara fisik dan mental guna menghadapi penerimaan calon anggota Polri. Sedangkan untuk petinggi Polri dijajaran Polda Papua wajib menjadi orangtua asuh bagi lima anak orang asli Papua (OAP).

“Kebijakan ini pernah saya buat waktu saya Kapolda di Papua Barat, dan saya bawa ke sini, makanya hari ini saya undang seluruh Kapolres untuk datang dan mengikuti kegiatan ini agar bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir di sini bisa menanyakan kepada mereka. Saya sudah perintahkan sejak awal bulan lalu,” kata Kapolda Rodja dalam pertemuan dengan Forkopimda soal tata cata penerimaan calon anggota kepolsian, Senin (22/7/2019) di Hotel Aston, Jayapura.

Dikatakan, orang tua asuh memiliki tugas dan tanggung jawab melatih anak asuhnya selama kurang lebih enam bulan untuk dipersiapkan dalam seleksi penerimaan anggota Polri, dan juga para orang tua asuh tersebut lebih giat lagi melakukan kampanye rekrutmen anak-anak OAP yang masuk dalam Paskibraka di 29 kabupaten/kota bagi putra, putri khusus OAP yang berminat berkarir sebagai anggota Polri.

“Jadi anak-anak ini ditempa soal fisik, menjaga kesehatan mereka dan membentuk mental mereka, dan juga memberikan edukasi soal tata cara penerimaan anggota Polri. Sehingga ketika saatnya penerimaan sudah pasti dari anak-anak yang masuk dalam anak asuh tersebut tidak kaget dengan proses seleksi yang begitu ketat, dan saya yakin anak-anak kita ini bisa mencapai standar yang ditetapkan oleh Mabes Polri,” ujarnya.

Terkait terobosan yang dilakukan pihak Polda Papua soal pengangkatan anak asuh mendapat respons positif dari Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal. Kata Tinal, ini adalah sebuah terobosan yang sangat bagus dan harus didukung oleh seluruh stakeholder.

Loading...
;

“Dengan adanya anak asuh ini, anak-anak kita bisa datang mengikuti tes masuk kepolisian dalam kondisi yang sehat, siap secara psikologi sehingga angka kelulusan dari tahun ke tahun akan bertambah,” kata Wagub Tinal kepada wartawan usai kegiatan.

Tinal juga berharap, tren atau angka kelulusan khusus untuk OAP harus setiap tahun naik sedangkan untuk non OAP harus mengalami penurunan.

“Saya sepakat, nanti kami rapat Forkopimda semua untuk menyusun kira-kira kebijakan apa yang bisa kita minta ke Polri khususnya ke Kapolri. Intinya bahwa kita ingin pergi ketemu dengan Kapolri supaya pak Kapolri bisa memberikan suatu kebijakan dalam hal ini seperti misalnya di TNI, Pangdam mempunyai jatah untuk memasukkan anak-anak OAP untuk menjadi anggota TNI,” ujarnya.

Pemerintah Papua juga berharap kebijakan dari TNI bisa diterapkan di tubuh Polri.

“Kami juga mau kalau bisa di Polisi juga Kapolda bisa mengambil kebijakan punya jatah, mungkin 30 sampai 40 anak bisa Kapolda yang memutuskan, bukan memutuskan buat siapa-siapa tetapi buat OAP. Rekemendasi seperti ini yang kami harapkan,” katanya.

Soal lokasi pembinaan, Tinal berjanji segera membahasnya dengan sejumlah stakeholder yang ada.

“Tadinya saya sarankan supaya tempat-tempat setelah selesai PON yang tidak digunakan daripada biaya perawatan tidak berjalan baik justru menjadi kumuh lebih baik untuk asrama buat anak-anak asli Papua yang mau tes polisi atau TNI. Tinggal di tempat yang layak dan berlatih yang bagus sehingga bisa pada saat penerimaan menjadi calon anggota POLRI, anak-anak bisa bersaing dengan anak-anak dari luar Papua,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top