Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

KAPP serahkan data 3.500 Mama Papua yang terdampak pandemi Covid-19

Kamar Adat Pengusaha Papua menyerahkan data Mama-mama Papua penjual pinang, ikan bakar, dan sayuran yang terdampak pandemi Covid-19. - IST
KAPP serahkan data 3.500 Mama Papua yang terdampak pandemi Covid-19 1 i Papua
Kamar Adat Pengusaha Papua menyerahkan data Mama-mama Papua penjual pinang, ikan bakar, dan sayuran yang terdampak pandemi Covid-19. – IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Bidang Ekonomi Kamar Adat Pengusaha Papua atau KAPP, Elizabeth Tebai menyatakan dalam sepekan terakhir pihaknya telah mendata para Mama-mama Papua yang berdagang dan terdampak pandemi Covid-19. KAPP telah mendata 3.500 Mama-mama Papua yang berjualan pinang, ikan bakar, sayuran, dan berbagai komoditas lainnya di lima distrik Kota Jayapura.

Tebai menyatakan awalnya jumlah Mama-mama Papua yang terdata sejumlah 2.500 orang. “Kemudian [ada] Mama mama pedagang Papua yang datang mendaftar di kantor KAPP, sehingga datanya membengkak hingga 3.500 pengusaha,” kata Tebai di Jayapura, Rabu (6/5/2020).

Menurut Tebai, pendataan itu dilakukan dengan metode wawancara “Setelah itu, kami membuka pos untuk pedagang asli Papua itu mengantar biodata mereka, sesuai dengan ketentuan yang kami minta yaitu KTP, jenis usaha, dan lainnya.Untuk daerah lain kami akan sesuaikan,” kata Tebai.

Ia mengatakan KAPP telah memberikan hasil pendataan itu kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung Papua, Dinas Sosial Papua,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Papua, serta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua. “[Data] semua [Mama-mama Papua] yang telah mendaftar telah kami muat, dan sudah diantar ke dinas terkait, agar dinas terkait dapat menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan Mama-mama Papua di lapangan,” kata Tebai.

Ia menyatakan bantuan bagi para Mama-mama Papua itu penting, agar para Mama-mama Papua dapat mematuhi pembatasan aktivitas dalam masa penanganan pandemi Covid-19. “Kami harap agar pemerintah bisa menjawab hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan wawancara kami, ada banyak persoalan [dalam pelaksanaan pembatasan aktivitas itu],” katanya.

Tebai menyatakan para Mama-mama membutuhkan bantuan uang untuk menggantikan penghasilan mereka yang hilang karena tidak bisa berjualan. Selain itu, para Mama-mama Papua itu juga membutuhkan bantuan peralatan kerja berkebun.

Loading...
;

“Peralatan kerja itu untuk digunakan masyarakat selama masa pembatas sosial ini, biar mereka membuat kebun. Kami memberikan [data] itu, agar masyarakat bisa bertahan hidup dengan pangan lokal, bukan dengan sembako yang dibagikan kepada masyarakat Papua,” katanya.

Ketua KAPP, Musa Haluk mengatakan data Mama-mama Papua itu telah diserahkan kepada dinas terkait pada Rabu. “Kami memasukkan data itu, dengan permintaan [agar mereka mendapatkan bantuan] alat kerja serta bibit sayuran dan buah-buahan untuk ditanam di kebun atau di pekarangan rumah,” kata Haluk.

Menurut Haluk, data yang sama juga telah diserahkan kepada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Papua, dengan harapan para penguasaha asli Papua itu akan mendapatkan bantuan modal usaha. “Kebanyakan Mama-mama Papua [kehilangan] keuntungan, lantara mereka biasanya berjualan sampai malam, namun sekarang dibatasi hingga jam tertentu. Pemerintah wajib untuk memberikan modal kepada para Mama-mama Papua itu,” kata Haluk.

Menurutnya, pedataan yang dilakukan KAPP itu memang baru mencakup para Mama-mama Papua di Kota Jayapura. KAPP berencana untuk melakukan pendataan serupa di Kabupaten Jayapura, Sarmi, dan Keerom. “Apa yang kami lakukan itu sesuai data, sehingga pemerintah dapat merealisasikan bantuan itu. Sebab, kami mengampanyekan masyarakat kembali ke dusun, untuk menghidupkan pangan lokal,” kata Haluk.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top