HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Karyawan di-PHK, Disnaker didesak segera panggil direksi Bank Papua

Ketua Fraksi Hanura yang juga anggota Komisi III DPR Papua, Nikius Bugiangge – Jubi/Arjuna
Karyawan di-PHK, Disnaker didesak segera panggil direksi Bank Papua 1 i Papua
Ketua Fraksi Hanura yang juga anggota Komisi III DPR Papua, Nikius Bugiangge – Jubi/Arjuna.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Nikius Bugiangge mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Papua segera memanggil kepala Direksi Bank Papua, kepala Kantor Bank Papua cabang Ilaga dan kepala kantor kas Bank Papua cabang Sinak, Kabupaten Puncak untuk mempertanggungjawabkan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap Alfius Waisimon.

Alfius Waisiomon merupakan costumer service Bank Papua kantor kas cabang Sinak yang di-PHK dengan alasan tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan selama 86 hari. Namun Waisimon membantah tuduhan tersebut, dan menyatakan alasan pemecatan dirinya mengada-ada.

Karyawan di-PHK, Disnaker didesak segera panggil direksi Bank Papua 2 i Papua

“Kami sudah menyampaikan kepada Disnaker, namun belum ada tanggapan. Kami minta direksi utama Bank Papua, kepala cabang Ilaga dan kantor kas cabang di Sinak dipanggil, karena tidak mencari tahu secara baik akar masalahnya kemudian melakukan PHK. Kami minta Disnaker tegas bersikap,” kata Nikius Bugiangge saat menghubungi Jubi, Minggu malam (28/7/2019).

Menurut anggota Komisi III DPR Papua yang membidangi anggaran dan aset daerah itu pada Jumat (26/7/2019), Alfius Waisimon kembali menemuinya bersama tiga orang saksi yang mengetahui persis keberadaaan Waisomon di tempat tugas selama ini. Salah satu di antaranya adalah anggota Polsek Sinak.

Kepada Nikius Bugiangge, para saksi menyatakan selama setahun di tempatkan di kantor kas cabang Sinak, Alfius Waisimon tidak pernah meninggalkan tempat tugas tanpa alasan jelas.

Kata Nikius Bugiangge, saksi menjelaskan jika pada September 2018, ada pengibaran bendera bintang kejora di Sinak. Situasi di daerah tersebut tidak aman sehingga para karyawan Bank Papua kantor kas cabang Sinak diminta mengamankan uang ke Timika sementara waktu. Setelah situasi aman, mereka kembali ke Sinak bekerja seperti biasa.

Loading...
;

“Pada September, juga adik perempuan Waisiomon menikah. Namun ia hanya meninggalkan tempat tugas pada hari pernikahan adiknya. Setelah itu kembali lagi ke Sinak bekerja seperti biasa. Namun dalam surat PHK disebutkan Waisomon tidak bekerja selama 86 hari,” ujarnya.

Nikius Bugiangge menilai tudahan terhadap Waisimon mengada-ada. Selain itu ada beberapa kejanggalan dalam surat PHK. Salah satunya, Wasimon disebut asisten layanan Kasda, administrasi pelaporan dan pajak Kasda kantor cabang Ilaga, kantor kas cabang Sinak. Padahal jabatan terakhirnya adalah staf costumer service.

Selain itu pihaknya mendapat salinan surat yang diduga dari kepala kantor Bank Papua cabang Ilaga kepada kepala kantor kas cabang Sinak. Dalam surat itu kepala kantor kas cabang Sinak diminta tidak memberikan data apapun kepada Waisimon. Termasuk absen pegawai dan lainnya.

“Ini berarti ada unsur kesengajaan dan niat tertentu. Tuduhan tanpa bukti, dan pemecatan tanpa dasar yang jelas. Nota dinas untuk Wasimon jelas, ia di tempatkan di Sinak. Tapi dituduh tidak melaksanakan tugas di Ilaga,” ucapnya.

Hingga kini pihaknya masih menunggu respons dari manajemen Bank Papua. Jika tak kunjung ada tanggapan, pihaknya akan memanggil direksi Bank Papua dan Disnaker Papua untuk memberi penjelasan.

“Apa yang kami suarakan ini adalah aspirasi masyarakat yang merasa dirugikan. Nama baik dan karir Alfius Waisimon dirusak dengan tuduhan yang belum dapat dibuktikan. Kami akan menyuarakan ini hingga tuntas,” katanya.

Sementara Alfius S Waisimon telah melayangkan surat keberatan kepada Bank Papua tertanggal 18 Juli 2019. Dalam surat itu ia menyatakan keberatan terhadap surat keputusan direksi Bank Papua nomor: 56.6/KEPEG/IV/2019 tertanggal 19 April 2019 tentang PHK.

“Menurut saya itu cacat hukum. Status dan jabatan di Kantor Cabang Ilaga juga tidak sesuai seperti yang ada dalam surat itu,” kata Alfius S Waisimon beberapa hari lalu.

Dalam surat keberatan itu menurutnya, ia juga melampirkan nota dinas terakhir dan kronologis singkat mempertanyakan tuduhan indisipliner karena tidak aktif bekerja selama 86 hari kerja sehingga ia di-PHK. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa