Karyawan disabilitas tulis surat terbuka untuk Presiden saat perusahaan pailit

Papua Disabilitas
ilustrasi penyandang disabilitas. Pixabay.com/Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Karyawan berkebutuhan khusus atau disabilitas yang selama ini bekerja di PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex, Tri Marjanto, menulis surat terbuka untuk Presiden Jokowi. Surat yang ditulis itu terkait kekhawatirannya akan kehilangan pekerjaan saat perusahaan yang mempekerjakan kesulitan memproses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

“Dan jika hal itu terjadi (kehilangan mata pencaharian), saya harus bekerja di mana lagi, Pak … karena perusahaan ini adalah sawah ladang kami dan teman-teman karyawan serta masyarakat sekitar,” tulis Marjanto, dikutip Antara, Kamis, (21/10/2021) kemarin.

Baca juga : Kekerasan warga disabilitas di Merauke, Danlanud dan Dansatpom dicopot
KSAU akui salah terkait kekerasan terhadap seorang warga disabilitas di Papua
Atlet disabilitas Papua diklasifikasi tim dokter NPC pusat 

Dalam surat terbuka, dia memperkenalkan diri dan menyatakan bahwa kebutuhan pribadinya selama 10 tahun tercukupi karena bekerja di PT Sritex, bahkan ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Ia mengaku sebagai karyawan disabilitas di perusahaan tersebut dan bekerja sebagai mekanik garmen. Marjanto menjadi penerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja setelah mengalami kecelakaan pada 2017 saat pulang kerja, yang mengakibatkan kaki kirinya harus diamputasi.

“Saya senang karena Sritex masih menerima saya sebagai karyawan dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Dan saya bangga kepada Sritex karena masih memberikan lapangan pekerjaan bagi teman-teman karyawan dan teman-teman disabilitas lainnya tanpa diskriminasi gaji dan perlakuan lainnya,” tulis dia dalam surat terbukanya.

Loading...
;

Surat terbuka tersebut menjadi viral setelah dia mengunggah tulisannya sendiri di akun Facebook dan memperolah dukungan dari warganet lain.

Surat tersebut ia unggah pada Jumat (15/10/2021), dan ia tujukan kepada Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Sebelumnya, PT Sritex mengajukan permohonan perpanjangan PKPU untuk memastikan tersedianya waktu yang cukup untuk menjalin hubungan dengan kreditur. PT Sritex telah mengajukan permintaan ke pengadilan untuk perpanjangan proses PKPU untuk jangka waktu tambahan 90 hari.

Pada 20 September 2021, Pengadilan Negeri Semarang telah mengabulkan permohonan perpanjangan penundaan kewajiban PKPU PT Sritex selama 77 hari sampai dengan 6 Desember 2021. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top