Follow our news chanel

Kasus bandara Kaimana masih diselidiki

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kaimana, Jubi – Kasus dugaan pengelapan dana lahan Bandara Utarom, Kaimana sebesar Rp 4 miliar lebih, yang menyeret salah satu pejabat Pemkab Kaimana berinisial JO masih dilakukan penyelidikan. 

Penyidik Reserese Kriminal Polres Kimana masih mengambil keterangan dari sejumlah saksi sesuai petunjuk P-19, yang diturunkan oleh Kejaksaan Negeri Fakfak. 

Kapolres Kaimana,  AKBP Adam Erwindy yang didampingi Kasat Reserse dan Kriminal Polres Kaimana, AKP Edward M. Pandjaitan, Sabtu (13/5/2017) kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah memeriksa tersangka AR di Jayapura. 

“Beliau (AR) kan saat itu sebagai yang diberikan kuasa untuk membantu masyarakat menggugat lahan Bandara Utarom, karena dari anggaran itu beliau katanya menerima dana Rp 1 miliar, sehingga kami datangi yang bersangkutan di Jayapura dan memang beliau jelaskan seperti keterangan dari beberapa saksi yang telah kami periksa,” katanya.

“Selain itu kami juga mendatangi kantornya di Manokwari dan kami pertanyakan apakah yang bersangkutan memang sebelumnya kerja di sini, dan mereka katakan begitu. Kami juga cek apakah ada penyetoran ke kantor dimaksud dan mereka sudah berikan keterangan juga,” katanya. 

Selain AR, penyidik akan memeriksa saksi lainnya. “Dalam P-19 ada beberapa saksi dan memang mereka ada di luar daerah, dan kami akan datangi mereka untuk minta keterangannya.”

Loading...
;

Tersangka JO yang sebelumnya ditahan di Polres Kiamana kini sudah bebas, sebab perpanjangan waktu penahanan selama 60 hari telah habis. Kejaksanaan tak mengeluarkan surat perpanjangan penahanannya. 

“Kami sendiri ajukan penambahan penahanan, tapi belum diturunkan suratnya, sehingga yang bersangkutan kami bebaskan, tetapi proses hukumnya tetap jalan,” katanya.

Dengan pengambilan keterangan dari sejumlah saksi tambahan yang diminta Kejaksaan dalam surat P-19, kasus tersebut diharapkan lengkap agar P-21 dikirim ke Kejaksaan untuk disidangkan.

Pemilik ulayat Bandara Utarom, Lucky M. mengatakan, hukum harus benar-benar ditegakkan. Menurutnya beberapa kasus hukum yang menyangkut uang dalam jumlah besar diselesaikan 2-3 tahun, bahkan ada yang masih ditangani.

“Ini kesalahan dimana? Jadi, kami harap kasus ini bisa disidangkan,” ujarnya. (Jacob Owen)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top