Follow our news chanel

Previous
Next

Kasus Covid-19 di Inggris kembali meningkat

papua, pilkada, covid 19
Ilustrasi pandemi Covid-19 - Pexels.com.

Papua No.1 News Portal

London, Jubi – Kasus penularan Covid-19 di Inggris kembali meningkat seiring dengan upaya negara di dunia menghentikan penularan penyakit yang muncul pertama kali di Wuhan China itu. Data riset dari proyek pemantauan dukungan pemerintah Inggris menunjukkan kasus infeksi virus Covid-19 atau Corona meningkat untuk semua jenis umur.

Kasus baru juga tidak lagi terjadi hanya di klaster rumah sakit dan rumah panti jompo seperti beberapa bulan sebelumnya. Para peneliti di Imperial College menghitung angka reproduksi kasus baru Covid-19 atau angka R di Inggris sebanyak 1.7. Ini mengindikasikan kasus penularan itu terus bertambah. R ini mengindikasikan berapa banyak orang lain terpapar Covid-19 dari satu orang.

Baca juga : Inggris terapkan isolasi saat Covid-19 di Prancis dan Belanda meningkat

Bersama sejumlah negara ini, Inggris dukung dan ketersediaan vaksin Covid-19

Perusahaan Inggris uji coba obat diabetes untuk pasien COVID-19

Sedangkan data resmi pemerintah untuk angka di seluruh Inggris Raya adalah 1-1,2 pada Jumat kemarin. Otoritas Inggris mencatat jumlah kasus baru Covid-19 sebanyak 3,539 kasus pada Jumat pekan lalu. Jumlah ini naik 20 persen dari pada sehari sebelumnya dan merupakan jumlah terbanyak sejak pertengahan Mei.

Loading...
;

“Ini menjadi pukulan hebat bagi strategi pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19,” kata Simon Clarke, yang merupakan pakar mikrobiologi seluler di Universitas Reading, Inggris.

Clarke mengatakan,”Tampaknya virus Corona sedang menyebar lebih mudah di tengah masyarakat. Ini artinya kita perlu pembatasan lebih ketat dalam kegiatan kita sehari-hari untuk mendorong angka penyebaran turun.”

Indikasi gelombang baru Covid-19 mulai muncul pada akhir musim panas seiring orang-orang mulai melakukan berbagai kegiatan normal seperti berjalan-jalan, bersosialisasi di kafe, restoran, dan taman. Ironinya Kalangan muda menjadi sasaran kritik karena dianggap tidak mengikuti protokol kesehatan dan mengabaikan aturan social distancing.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengimbau warga agar tidak membuang hasil capaian sulit saat lockdown Covid-19 dua bulan pada awal tahun ini.

“Pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Setiap orang bertugas untuk menjaga agar virus ini tidak menyebar dan menimbulkan pembatasan lagi,” kata Hancock. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top