Kasus Covid-19 di Inggris naik empat kali lipat, tak terkait perhelatan Euro

Jayapura, Papua
Ilustrasi pandemi Covid-19 - Pexels.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

London, Jubi – Kasus penularan Covid-19 di Inggris telah meningkat empat kali lipat dalam sebulan sejak awal Juni. Hal itu berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Kamis, (8/7/2021) saat menjelang rencana pemerintah membuka kembali sektor ekonomi dalam dua pekan.

Penelitian itu terbesar di Inggris itu  melibatkan 47 ribu orang dan berlangsung pada 24 Juni hingga 5 Juli. Riset menunjukkan prevalensi nasional mencapai 0,59 persen atau 1 dari 170 orang, dibanding 0,15% pada periode akhir Mei-awal Juni.

“Sangat sulit membuat argumen, berdasarkan data yang kami peroleh, bahwa ini hal yang bagus untuk membuka lebih cepat (sektor ekonomi),” kata Steven Riley, profesor dinamika penyakit menular dari Imperial College London, kepada pers.

Baca juga : Nol kasus Covid-19, negara bagian ini tak masuk daftar zona hijau di Inggris

Negara ini alami kasus Covid-19 terburuk di Eropa  

Sejumlah negara ini mulai tak wajibkan masker, klaim Covid-19 terkendali

Loading...
;

Dalam penelitian ia merekomendasikan agar pemerintah harus mempertimbangkan faktor-faktor non-epidemiologis lainnya sebelum mengambil keputusan, tambah Riley.

Riset juga menemukan bahwa pada kelompok usia di bawah 65, tingkat penularan tiga kali lebih rendah pada orang yang telah divaksin penuh ketimbang yang tidak divaksin. Hasil itu menunjukkan pentingnya vaksinasi untuk mengurangi jumlah kasus.

Sedangkan hasil penelitian menunjukkan tak ditemukan bukti gelaran Euro 2020 telah memicu kenaikan kasus. Namun, wanita memiliki peluang tertular 30 persen lebih rendah daripada pria, yang kemungkinan besar disebabkan oleh perbedaan pola pergaulan.

“Tingkat pergaulan pria dan wanita sepertinya jadi penentu,” kata Riley.

Kekhawatiran terhadap perhelatan Euro di Stadion Wembley London tidak sepenting kenaikan kasus penularan di ruang tertutup yang terjadi di seluruh negeri.

“Sepertinya menonton sepak bola membuat pria memiliki lebih banyak aktivitas sosial daripada sebelumnya,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top