Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kasus JFS warga Polandia, diserahkan ke Kejaksaan

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi – Kepolisian Daerah Papua, Jumat (2/11/2018) menyerahkan kasus penangkapan warga negara asing asal Polandia, Jakup Fabian Skrzypski (JFS) alias JF kepada Kejaksaan Negeri Jayawijaya karena sudah dianggap berkas dan barang bukti dinyatakan lengkap.

Dengan menggunakan maskapai Trigana Air, JF beserta tiga orang lainya SM, SA IW tiba di Wamena dari Jayapura dan langsung dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Wamena untuk dilakukan pemeriksaan identitas atau klarifikasi ulang.

Setelah menjalani pemeriksaan identitas di Kejaksaan Negeri Jayawijaya dan telah resmi menjadi tahanan jaksa, ke empatnya langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Wamena. Namun setelah berkoordinasi dengan Kepala Lapas, akhirnya dua tersangka dititipkan di tahanan Polres Jayawijaya.

Kanit Jatanras Direskrimum Polda Papua, AKP Lintong Simanjuntak yang mendampingi ke empatnya mengatakan, kasus ini diproses oleh Polda Papua terkait dengan kasus makar yang kejadian dan lokasinya di Wamena.

“Diproses di Polda bekerjasama dengan kejaksaan tinggi Papua, dan prosesnya sudah P21 atau tahap dua dimana tersangka dan barang bukti dikirim ke Wamena bersama Kejaksaan Tinggi Papua, lalu diserahkan ke Kejari Jayawijaya untuk diproses di Pengadilan Negeri Wamena,” katanya di Lapas Wamena.

Menurutnya, tersangka harus diserahkan ke Kejari Jayawijaya dan disidangkan di Wamena, karena tempat dan kejadiannya di Wamena sehingga harus dikirim ke Wamena.

Loading...
;

“Setelah berkas sudah lengkap oleh Kejati, diserahkan kasus ini ke Jayawijaya untuk diproses kasus hukumnya. Dimana, sudah memenuhi unsur makar dan setelah berkoordinasi dengan Jaksa, jaksa pun menyatakan memenuhi unsur dan bukti kuat hukum sehingga diproses,” katanya.

Ia juga mengaku jika selama tahap pemeriksaan di Polda Papua, kepolisian telah berkoordinasi dengan Duta Besar Polandia di Jakarta, dengan dibantu kementerian luar negeri dan semua prosedur diangap sudah sesuai.

“Jadi yang diserahkan ini empat tersangka dua orang yang ditangkap di Wamena termasuk JF, dua orang lainya ditangkap di Yalimo,” katanya.

Sementara, Kasi Kamnitibum Kejaksaan Tinggi Papua, Adrianus Irham Tamana mengungkapkan, setelah diserahkan ke kejaksaan ini maka proses persidangan akan dilakukan sebelum 20 hari penahanan.

“Persidangan sendiri sebelum dua puluh hari melakukan penahanan akan dilimpahkan ke pengadilan, saat ini masih menjadi tahanan kejaksaan,” kata dia.

 

Keberatan

Penasehat hukum ke empat tersangka, Latifah Anum Siregar mengatakan, tim kuasa hukum merasa keberatan jika semua dititipkan di tahanan Polres, dengan alasan di Lapas Wamena melebihi kapasitas.

“Apakah dipindahkan ke Polisi disana apa tidak over kapasitas juga, apakah akses-akses di sini dan hak-haknya dipenuhi atau tidak,” kata Anum.

Bahkan ia juga mengungkapkan saat penahanan di Polda Papua saja over kapasitas, di mana ruang tahanan untuk 25 orang dihuni 50 orang. Apalagi toilet digunakan bersama untuk mandi, cuci alat makan dan sebagainya.

“Jika alasan keamanan harus disandingkan dengan alasan kemanusiaan,  jangan sampai alasan keamanan lalu alasan kemanusiaan diabaikan, justru over kepasitas karena mereka harus mendapatkan akses pengacara, tokoh agama dan itu tidak boleh dibatasi,” ujarnya.

Anum juga mengungkapkan jika sejak awal JF menolak semua tuduhan walaupun polisi punya bukti-bukti. Selain itu, ia merasa proses hukum ke empatnya dibuat sulit, ditangkap di Wamena, dibawa ke Jayapura dikembalikan ke Wamena lagi.

“Satu berkas terkait dengan JF ini soal Simon Magal yang ditangkap di Timika. Sebenarnya perkara ini dibuat harus menjadi terang, begitu juga proses hukumnya. Tetapi jika seperti ini dipersulit,” katanya.

Ia juga berharap proses sidang dapat dipercepat dan nantinya tim kuasa hukum pun akan melihat apa yang menjadi bukti dari majelis di persidangan.

“Yang jelas dia menolak semua tuduhan, seperti foto-foto yang sedang pegang senjata, latihan menggunakan senjata padahal itu semua latihan di negaranya yang memang tempatnya memang legal. Kita akan lihat bukti-bukti, jika memang itu dia berinisiatif untuk terlibat apa yang dituduhkan, kita akan lihat dipersidangan,” katanya. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top