Follow our news chanel

Previous
Next

Kasus kewarganegaraan Samoa Amerika naik banding

Gubernur Amerika Samoa, Lolo Moliga. - RNZI / Monica Miller
Kasus kewarganegaraan Samoa Amerika naik banding 1 i Papua
Gubernur Amerika Samoa, Lolo Moliga. – RNZI / Monica Miller

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pago Pago, Jubi – Gubernur Samoa Amerika, Lolo Moliga, dan Anggota Kongres Amerika Serikat dari Samoa Amerika, Aumua Amata Radewagen mengajukan banding, Rabu kemarin (15/4/2020), di pengadilan federal atas perkara kewarganegaraan Samoa Amerika.

Pengajuan banding ini dilakukan di Pengadilan Banding Sirkuit 10, atas kasus Fitisemanu berupaya untuk membatalkan putusan Pengadilan Negeri Utah Desember.

Desember lalu, seorang hakim federal AS memutuskan bahwa pemerintah AS harus memberikan kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran atau ‘ius soli’ kepada orang-orang yang lahir di Samoa Amerika. Hakim dalam pengadilan itu memutuskan bahwa semua warga berhak atas kewarganegaraan ‘ius soli’, sesuai Amendemen ke-14 negara itu.

Samoa Amerika adalah satu-satunya wilayah di AS di mana penduduknya tidak memiliki hak untuk langsung menjadi warga negara AS. Alih-alih, mereka diberikan status ‘U.S. national’.

“Keputusan Desember lalu membalikkan hak penentuan nasib sendiri yang telah lama diidam-idamkan di Samoa Amerika, ini juga berdampak pada budaya dan warisan adat dan tradisi setempat – Fa’a Samoa,” menurut Anggota Kongres Aumua Amata Radewagen.

Anggota Kongres Radewagen menegaskan ia “berkomitmen untuk melestarikan Fa’a Samoa” bahkan sekarang, saat ia, secara terpisah, sedang berupaya agar prosedur pendaftaran kewarganegaraan AS bagi orang Amerika Samoa yang memilih untuk menjadi warga AS, agar dipermudah.

Loading...
;

Dalam pengajuan bandingnya, Radewagen dan Gubernur Lolo menerangkan bahwa Samoa Amerika itu berbeda dengan semua wilayah AS lainnya. Mereka menegaskan bahwa pemimpin-pemimpin adat Samoa Amerika ‘menyerahkan kedaulatannya ke Amerika Serikat’ lebih dari satu abad yang lalu. Mereka ‘tidak pernah dikalahkan’, dan mereka adalah wilayah yang lebih otonom dibandingkan yang lainnya.

Menurut Anggota Kongres Radewagen dan Gubernur Lolo, penggugat dalam perkara banding ini, berkata pengadilan tidak boleh ‘secara paksa memberikan kewarganegaraan AS untuk semua orang yang lahir di Samoa Amerika, baik mereka bersedia atau atau tidak.’

Mereka berkeras ‘ini tidak bisa diteruskan … dan ini melanggar setiap prinsip hukum penentuan nasib sendiri, kedaulatan, dan otonomi.’

Kedua berargumen bahwa Pengadilan Sirkuit di D.C dalam kasus Leneuoti Tuaua menegaskan bahwa ‘tidak ada bukti bahwa mayoritas penduduk wilayah itu menginginkan kewarganegaraan AS’, dan memaksakannya berarti melanggar hak-hak demokrasi orang-orang Samoa Amerika. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top