HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Kasus Nirigi, ketika kepentingan bisnis melawan kemanusiaan ?

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Tahun 2017 adalah masa-masa terberat bagi maskapai penerbangan di Indonesia. Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait pada Februari 2018 mengaku penyebabnya adalah nilai tukar rupiah yang tidak stabil, lesunya daya beli penumpang dan harga bahan bakar pesawat yang naik. Kepada merdeka.com, Edward berharap tahun 2018 harga minyak dunia stabil sehingga tidak mempengaruhi nilai tukar rupiah. Sayang, pada Juni hingga September lalu, rupiah justru mengalami anjok terburuk sepanjang lima tahun terakhir ini. Seluruh Maskapai penerbangan termasuk Lion Air mengalami masa-masa terburuknya justru pada 2018 ini.

Selain masalah keuangan, Lion Air memiliki citra pelayanan yang buruk di mata konsumen. Tak heran jika Lion Air masuk dalam 22 maskapai terburuk dunia tahun 2015 versi Skytrax. Tirto.id menyebutkan sepanjang Januari hingga 1 Agustus tahun ini tercatat, Lion Air mengalami 54 kali keterlambatan penerbangan. Paling banyak, keterlambatan Lion Air terjadi pada Mei. Ada 18 keterlambatan terjadi sepanjang bulan itu.

Tirto.id menggali lebih jauh. Ternyata persoalan kekurangan pilot menjadi sumber masalah seringnya delay Lion Air. Tirto.id menyebutkan dari jumlah 528 rute penerbangan domestik. Lion Air hanya memiliki sekira 300 pilot yang siap untuk menerbangkan pesawat. Jumlah Pilot tidak sesuai dengan jumlah pesawat yang ada. Akibatnya pilot harus menerbangkan pesawat meski bukan jadwalnya. Dan Pilot dapat ditelepon dadakan, meski bukan jadwalnya terbang.

Bukan hanya itu, Lion juga mencatat rekor pada Mei 2018. Terdapat 10 kasus candaan bom yang dialami Maskapai Lion Air. Namun hanya kasus Nirigi yang berlanjut ke meja hijau. Diantara masa tersulitnya ini. Lion Air justru menghadapi ancaman tuntutan dari para penumpangnya yang menjadi korban pada 28 Mei lalu, jika Franstinus Nirigi dinyatakan bebas. Karena yang kesalahan akan ditimpakan kepada kru pesawat yang bertugas saat itu.

Baca juga  Kilas balik ekonomi di Papua tahun ini

Di Papua, Lion Group memiliki 3 maskapai yang beroperasi, Lion Air, Batik Air dan Wings Air. Dengan ratusan rute penerbangan. Imbauan legislator DPR Papua dan AMPTI soal boikot Lion Group jika Frantinus Nirigi diputus bersalah, tentu bukan candaan seperti pasal yang dikenakan pada Nirigi.

Tetapi yang terpenting, seharusnya hukum di Negara Indonesia ini dapat bersikap adil kepada setiap warga negaranya. Jika dua anggota DPRD Banyuwangi dan 9 pelaku kasus candaan bom yang terjadi di Maskapai Lion Air dapat melenggang kembali ke rumah, mengapa hanya Nirigi langsung dijebloskan dalam tahanan? kesalahan yang sama?

Loading...
;

Jika ada yang ingin berdebat, mengatakan kasus Nirigi berbeda. Ada korban luka dalam kejadian itu. Seharusnya Penyidik PPNS Kemenhub yang bertugas melakukan penyelidikan dan hakim yang mengadilinya dapat melihat persoalan ini dengan jernih. Siapa yang benar-benar bertanggung jawab terhadap jatuhnya korban saat itu. Apakah Nirigi? Atau pramugari dan Pilot yang mengumumkan evakuasi tanpa menggunakan logika.

Masa bom  bisa lolos hingga kabin pesawat di Bandara Internasional Supadio Kubu Raya, Pontianak. Ini Bandara  yang memiliki standart keamanan bertaraf internasional. 

Frantinus Nirigi memang warga biasa. Orang tuanya adalah petani. Ia orang pertama dalam keluarganya yang meraih gelar sarjana. Setelah 9 tahun menempuh kuliah, untuk pertama kalinya ia akan kembali ke tanah kelahirannya, namun kini dihadapkan pada ancaman hukuman 8 tahun penjara. Padahal cita-citanya hanya ingin mengikuti tes CPNS yang akan digelar tahun ini. Jika ia diputus bersalah dengan hukuman yang ringan sekalipun, Nirigi akan kehilangan kesempatan menjadi PNS di kampung halamannya, Kabupaten Nduga.

Tanggal 18 Oktober nanti, pada sidang putusan Frantinus Nirigi, para hakim akan diperhadapkan pada kepentingan bisnis Lion Air atau pada kemanusiaan. Hati nurani hakim benar-benar menentukan. Semoga keadilan berpihak pada kemanusiaan.(*)

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa