HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Kasus positif korona di Papua bertambah jadi 16, jumlah PDP capai 45 orang

Infografis kasus Covid-19 di Papua. - Dok. Satgas Covid-19 Papua
Infografis kasus Covid-19 di Papua. – Dok. Satgas Covid-19 Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah tiga pasien dalam pengawasan Covid-19 di Kota Jayapura terkonfirmasi positif korona pada Jumat (3/4/2020). Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule SpOG mengatakan tiga kasus baru positif korona itu, total kasus positif di Papua bertambah menjadi16 kasus.

“Hari ini ketiga pasien itu tengah dirawat dalam kondisi sakit sedang hingga berat. Salah satunya sudah menggunakan alat bantu nafas [ventilator]. Kami meminta doa dari seluruh masyarakat Papua untuk pasien yang sedang ditangani, juga para petugas kesehatan yang bertugas,” kata Sumule pada Jumat.

Sumule menyatakan pada Jumat juga terjadi penambahan Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 12 orang. Tambahan PDP sebanyak 12 orang itu tersebar di di Kabupaten Merauke (1 orang), Boven Digul (3 orang), Sarmi (2 orang), Mimika (4 orang), dan Kota Jayapura (2 orang).

Sejumlah sembilan PDP juga telah diizinkan pulang, karena dipastikan tidak terinfeksi virus korona.  “Saya bisa menjelaskan dari 45 PDP ada tambahan 12 orang dan yang sudah pulang ada 9 orang. Orang–orang yang telah kita pulangkan, telah kami edukasi bahwa mereka harus tetap mengisolasikan diri selama 14 hari sejak dipulangkan,” kata Sumule.

Sampai Jumat, Papua sudah mendistribusikan ke untuk wilayah Mamta diantaranya Kota/Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi sudah didistribusikan.  Pendistribusian  Rapid test kurang lebih 60 persen sudah didistribusikan dan masih tersisa 40 persen yang belum di distribusikan, karena terkendala soal angkutan.

“Kami berharap petugas kesehatan, sudah mendapatkan alat rapid test, segera menjalankan tugasnya,” katanya.

Loading...
;

Ia meminta setiap warga di Papua mematuhi arahan pembatasan sosial yang telah diumumkan pemerintah, dan menjaga jarak aman antarorang dalam berkomunikasi. “Saya ingatkan, garda terdepan dalam penyelesaian penyebaran virus Covid-19 adalah masyarakat. Patuhi potokol yang disampaikan petugas kesehatan dan petugas keamanan,” katanya.

Di Jakarta, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto menyatakan pada Jumat terjadi pertambahan kasus baru positif korona sebanyak 196 kasus. Penambahan 196 kasus baru positif korona itu merupakan penambahan harian tertinggi sepanjang penanganan Covid-19 di Indonesia. “Pada Jumat, ada penambahan kasus positif 196 orang, terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium,” kata Yurianto.

Ia menyatakan pada Jumat juga ada penambahan jumlah pasien positif korana yang sembuh sebanyak 22 orang. “Sehingga total pasien sembuh ada 134 orang. [Pasien positif korona] yang meninggal bertambah 11 orang, sehigga jumlah totalnya menjadi 181 orang,” kata Yurianto.

Yurianto menyatakan data-data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan gambaran jelas bahwa penularan virus korona masih terus terjadi di tengah masyarakat. Yurianto menegaskan bahwa setiap warga diharapkan mematuhi arahan pembatasan sosial dan pembatasan jarak berkomunikasi yang telah disampaikan pemerintah, demi memutus mata rantai penularan virus korona.

“Gambaran itu menunjukkan proses penularan masih berlangsung di luar. Oleh karena itu pertimbangkan kembali kalau akan bepergian ke mana pun. Tempat yang paling aman saat ini adalah berada di rumah bersama keluarga. Saya menyarankan tidak usah bepergian, apalagi kita lihat secara data dari hari ke hari, [daftar] kasus ini semakin bertambah panjang,” ujar Yurianto.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa