HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Kasus suap Jaksa Yogayarta, sejumlah orang ini dipanggil KPK

Ilustrasi, pixabay.com
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – KPK memanggil anggota DPRD Yogyakarta periode 2014-2019, Sujanarko, dalam penyidikan kasus suap terkait lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Yogyakarta pada 2019. Sujanarko dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka eks jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Eka Safitra.

“Yang bersangkutan hari ini dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ES,” kata kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat, (29/11/2019).

Baca juga : Kasus suap Wali Kota Medan, KPK sita dokumen dan mobil

Terdakwa suap Liliana dapat izin berobat

Terima suap, empat anggota DPRD Kalteng divonis penjara

Selain Sujanarko, penyidik KPK memanggil Asisten Perekonomian Yogyakarta, Kadri Renggono, sebagai saksi juga untuk Safitra. KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri (Mataram), Gabriella Yuan Ana, dan Jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta, Satriawan Sulaksono.

Loading...
;

Dalam konstruksi perkara disebutkan Safitra diduga menerima sekitar Rp221 juta dari tiga kali realisasi pemberian uang.

“Pemberian uang tersebut terkait komisi yang sudah disepakati sebesar lima persen dari nilai proyek Rp8,3 miliar terkait proyek rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo pada Dinas PUPKP Yogyakarta,” kata Febri menambahkan.

Proyek infrastruktur tersebut dikawal Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah dari Kejaksaan Negeri Yogyakarta. Salah satu anggota tim TP4D ini adalah Safitra, yang memiliki kenalan sesama jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta, yaitu Satriawan. Satriawan kemudian mengenalkan dia kepada Ana, pihak yang akan mengikuti lelang proyek di Dinas PUPKP.

Pemberian pertama, pada 16 April 2019 sebesar Rp10 juta, pada 15 Juni 2019 sebesar Rp100.870.000 yang merupakan realisasi dari 1,5 persen dari total komitmen komisi secara keseluruhan, dan pada 19 Agustus 2019 sebesar Rp110.870.000 atau 1,5 persen dari nilai proyek yang juga bagian dari tahapan memenuhi realisasi komitmen komisi secara keseluruhan.

“Sedangkan sisa komisi dua persen direncanakan akan diberikan setelah pencairan uang muka pada minggu keempat Agustus 2019,” kata Febri menjelaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa