Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kata pihak bandara Wamena terkait penganiayaan petugas oleh calon penumpang

Kata pihak bandara Wamena terkait penganiayaan petugas oleh calon penumpang 1 i Papua
Suasana di pemeriksaan awal keberangkatan calon penumpang di Bandara Wamena-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – – Pelaksana Harian Unit Penyelenggara Udara Bandar Udara (UPBU) Kelas 1 Wamena, Ferdinan Hallatu mengimbau setiap calon penumpang harus memahami ketentuan pemeriksaan sebelum keberangkatan.

Hal ini dia katakan merujuk dari peristiwa penganiayaan yang diterima dua petugas keamanan penerbangan (Aviation security/Avsec) Bandara Wamena, Selasa (16/7/2019) sekitar pukul 10.15 WP.  Pelaku dikabarkan merupakan ajudan salah satu pejabat di pemerintah Provinsi Papua.

Ferdinan Hallatu menceritakan, kejadian bermula ketika seorang petugas Avsec memeriksa rombongan pejabat tersebut yang hendak masuk ke counter check in Bandara Wamena.

Namun ketika ditanya tiket oleh petugas itu, sang pejabat mengatakan ada di dalam karena sudah diurus oleh seorang karyawan Trigana Air. Dan petugas tersebut tetap menjalankan tugas sesuai prosedur Bahwa setiap penumpang harus menunjukkan identitas dan tiket sebelum masuk kedalam ruangan check in atau keberangkatan.

“”Petugas kami sempat meminta yang bersangkutan untuk menghubungi petugas maskapai yang mengurus tiket rombongan tersebut. Namun lantaran terjadi perselisihan pendapat, sehingga ajudan pejabat itu mencekik leher petugas,”” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (18/7/2019).

Seorang petugas lainnya, yang melihat rekannya dicekik, langsung berusaha melerai. Namun yang bersangkutan langsung mendapat pukulan dari sang ajudan.

Ia menilai tindakan pemukulan tersebut melanggar aturan di bandara. Dia mengklaim petugas sudah jalankan tugas sesuai prosedur. Semua calon penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara baik itu pejabat maupun masyarakat, maka petugas bandara wajib memeriksa identitas disesuaikan tiket serta yang lainya.

Loading...
;

“Kecuali VVIP yaitu presiden dan wakil presiden saja yang tidak diperiksa. Sedangkan setingkat menteri, Kapolri bahkan Panglima TNI sekali pun harus diperiksa. “Ini demi keamanan dan keselamatan semua calon penumpang wajib diperiksa sebelum terbang ke tempat tujuan,”” katanya.

Ia menambahkan, penganiayaan ini memang telah diselesaikan secara kekeluargaan di hari kejadian itu juga, lewat mediasu Polsek KP3 Udara.

Namun pihak bandara masih menunggu hasil pemeriksaan visum korban. Apabila terjadi gangguan kesehatan akibat insiden pemukulan itu, maka akan dilakukan proses hukum.

Kapolsek KP3 Bandara Wamena, Ipda Enceng Kurniadi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Namun ia mengatakan, hal itu merupakan kesalah pahaman.

“”Jadi masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pelaku dan korban, namun korban pun belum membuat laporan polisi,”” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top