HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Kaum muda berandil penting dalam menyelamatkan Cagar Alam Cycloops

Pembersihan jalan raya di seputaran Sentani dengan alat berat pasca banjir bandang 16 Maret lalu - Jubi/Engel Wally
Pembersihan jalan raya di seputaran Sentani dengan alat berat pasca banjir bandang 16 Maret 2019 – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Koordinator Komunitas Baku Rangkul atau KOBAR, Emon Karuway mengatakan penyelamatan Cagar Alam Cycloops bukan hanya tugas pemerintah, para tokoh adat, dan tokoh agama. Karuway menyatakan kaum muda berandil penting untuk melestarikan lingkungan Cagar Alam Cycloops.

Karuway menyatakan KOBAR telah berupaya melibatkan berbagai organisasi kepemudaan dan gereja untuk turut melestarikan hutan Cagar Alam Cycloops. “Kami secara rutin berkoordinasi dengan para pemuda, baik [dari] gereja, pemuda lintas kampung, organisasi kepemudaan terkait dengan sadar lingkungan,” katanya kepada jubi, Senin (28/10/2019).

Dalam tradisi orang Papua pada umumnya, termasuk tradisi orang Sentani, masalah penting seperti kelestarian Cagar Alam Cycloops akan menjadi kepedulian bersama jika dibahas dalam para-para adat. “Makanya para pemuda dan pemudi itu kami undang di para-para adat untuk membicarakan [upaya] penyelamatan Cagar Alam Cycloops dengan merehabilitasi,” katanya.

Pada 16 Maret 2019, terjadi banjir bandang yang menerjang Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura, Papua, dan menewaskan sedikitnya 72 warga Kabupaten Jayapura. Banjir bandang itu terjadi antara lain karena semakin terdegradasinya hutan Cagar Alam Cycloops.

Karuway menyatakan Cagar Alam Cycloops harus segera dipulihkan. Akan tetapi, KOBAR juga menganggap penting untuk menyebarluaskan kepedulian untuk memastikan hutan Cagar Alam Cycloops tidak rusak lagi.

Wakil Asisten Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Christian Soumokil, mengatakan turut merasa memiliki tanggung jawab atas pelestarian lingkungan cagar alam Cycloop. Hal itu disampaikan Soumokil dalam keterangan pers Festival Cycloop II pada Rabu (25/10/2019).

Loading...
;

“Kita juga ingin, warga masyarakat sadar akan pentingnya menjaga alam Cycloop. Kita harus peka akan musibah yang telah terjadi lalu itu. Alam ini harus kita wariskan untuk anak cucu kita, jangan sampai mereka nanti hanya mendengar cerita saja, tapi alam yang indah ini sudah tidak ada lagi. Maka ayo jaga dan lindungi Cycloop bersama-sama,” ujar Soumokil. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa