Follow our news chanel

Previous
Next

KBH Papua dampingi tersangka tolak rasisme Deiyai di Polres Paniai

Koordinator tim koalisi bantuan hukum, Emanuel Gobai (kiri) damping kliennya JP di Mapolres Paniai - Ist
KBH Papua dampingi tersangka tolak rasisme Deiyai di Polres Paniai 1 i Papua
Koordinator tim koalisi bantuan hukum, Emanuel Gobai (kiri) damping kliennya JP di Mapolres Paniai – Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Koalisi Bantuan Hukum (KBH) Papua terus mendampingi belasan peserta aksi penolakan rasisme di Deiyai pada 28 Agustus 2019 lalu yang ditahan Polres Paniai.

Pada 30 September 2019, LBH Papua mendatangi Polres Paniai untuk pendampingan BAP tambahan salah satu tersangka berinisial JP.

Salah satu anggota tim koalisi, Emanuel Gobai mengatakan, dalam pemeriksaan BAP tambahan di Polres Paniai. kurang lebih ada 19 pertanyaan yang ditanyakan oleh penyidik kepada tersangka JP selama tiga jam mulai sejak pukul 11.00 WP sampai 14.00 WP.

“Setelah pemeriksaan tim koalisi mendampingi JP kembali ke tahanan dan selanjutnya bertemu dengan tahanan lainnya,”kata Emanuel Gobai kepada Jubi melalui pesan Whatsapp, Rabu, (2/10/2019).

Di dalam tahanan Polres, kedelapan orang yang ditahan telah menyampaikan, mereka telah menerima surat perpanjangan tahanan dari Penyidik dan surat tersebut telah diberikan koordinator koalisi Elsham Paniai, Pastor Santon Tekege, Pr.

“Tim koalisi sempat meminta salinan BAP kepada penyidik. Namun penyidik sampaikan akan disiapkan dan diserahkan kepada kami pada tanggal 1 Oktober 2019. Keesokan harinya pada pukul 10:00 WP di ruang Penyidik berikan berikan delapan salinan BAP kepada kami,” kata Gobai.

Loading...
;

Ia mengatakan, jumlah pengunjuk rasa aksi anti (tolak) rasis di Deiyai yang ditangkap berjumlah 16 orang. Lima orang statusnya ditangguhkan sedangkan delapan orang masih ditahan di tahanan Polres Paniai.

Menurutnya, tiga orang masih dirawat di RSUD Paniai di Madi sehingga belum dilakukan pemeriksaan. “Kata penyidik, terhadap tiga orang yang di RSUD akan dilakukan pemeriksaan setelah kondisinya membaik.

“Jadi dalam kasus Deiyai ada 13 orang yang statusnya tersangka. Tiga orang yang masih di RSUD statusnya belum berubah, karena belum ada pemeriksaan. Nanti kalau sudah diperiksa baru bisa   statusnya berubah atau tidak jadi tersangka,” ujarnya.

Koordinator koalisi Elsham Paniai, Pastor Santon Tekege, Pr mengatakan dirinya telah menerima surat perpanjangan tahanan dari Penyidik Polres Paniai pada 18 September 2019.

“Surat itu diterbitkan tanggal 17 September 2019, sampai di tangan saya tanggal 18 September. Saya akan kasih ke tim koalisi hukum,” kata Tekege ketika dikonfirmasi Jubi.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top