Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kebakaran hutan dan lahan di daerah ini matikan satwa endemik

Ilustrasi, asap kebakaran hutan, pixabay.com
Kebakaran hutan dan lahan di daerah ini matikan satwa endemik 1 i Papua
Ilustrasi, asap kebakaran hutan, pixabay.com

BKSDA menyelematkan dan translokasi lima orangutan di Desa Bagendang Hilir Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Orangutan yang terdiri dari satu jantan dewasa serta dua induk

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Palangka Raya, Jubi – Kebakaran lahan yang marak terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, belum lama ini berdampak buruk bagi satwa dilindungi yang selama ini tinggal di semak atau hutan di wilayah itu. Tercatat salah satu hewan endemik stempat di antaranya trenggiling banyak menjadi korban.

Kebakaran hutan dan lahan di daerah ini matikan satwa endemik 2 i Papua

“Akhir pekan, kami menerima seekor trenggiling yang diserahkan warga. Trenggiling itu diduga kuat masuk ke permukiman karena mencari makan,” kata Komandan Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah, Jumat, (11/10/2019).

Baca juga : Petinggi PT SSS ditahan terkait kebakaran hutan dan lahan

Perusahaan terlibat kebakaran hutan dan lahan dinyatakan bersalah

Harus ada sistem keamanan dan penanganan dini kebakaran hutan

Loading...
;

Seekor trenggiling atau dengan nama latin manis javanica itu ditemukan masuk ke permukiman warga di Perumahan Sawit Raya 1 Kecamatan Mentawa Baru Ketapang pada Sabtu (5/10/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. Satwa pemakan semut yang diduga sedang mencari makan itu ditangkap oleh warga. Sadar trenggiling merupakan satwa dilindungi, warga kemudian melaporkannya ke BKSDA Pos Sampit

Pada Minggu pekan lalu, satwa yang sering diselundupkan untuk diambil sisik dagingnya itu diserahterimakan. BKSDA kemudian membawa trenggiling ke kantor mereka di Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat. Selanjutnya trenggiling dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Lamandau di Kabupaten Lamandau.

Selain trenggiling, BKSDA menyelematkan dan translokasi lima orangutan di Desa Bagendang Hilir Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Orangutan yang terdiri dari satu jantan dewasa serta dua induk dan anak itu diselamatkan pada waktu berbeda di awal September dan awal Oktober.

“Satwa dilindungi yang memiliki nama latin pongo pygmaeus itu diduga menyelamatkan diri dan mencari makan dengan masuk ke kebun warga karena hutan yang menjadi habitat mereka terbakar,” kata Muriansyah, menjelaskan.

BKSDA juga menerima laporan kemunculan orangutan di sekitar lokasi kebakaran lahan, di antaranya di ruas jalan Lingkar Utara dan jalan tembus arah Desa Kandan. Orangutan diduga menyelamatkan diri dari kebakaran lahan yang melanda wilayah itu.

“Satwa lainnya yang muncul di sekitar permukiman adalah beruang madu,” kata Muriansyah menambahkan.

Satwa itu sempat terlihat masuk ke kompleks Balai Pendidikan dan Pelatihan milik Badan Kepegawaian Daerah Kotawaringin Timur yang berlokasi di belakang Stadion 29 November Sampit di Jalan Tjilik Riwut.

Ia tak memungkiri tak sedikit satwa yang jadi korban kebakaran lahan. Di beberapa lokasi, petugas menemukan bangkai sejumlah ular sanca yang mati akibat terjebak di lahan yang sedang terbakar.

Kebakaran lahan ini juga membawa dampak buruk bagi satwa liar. Hutan yang menjadi habitat mereka menjadi rusak. “Satwa juga kesulitan mendapatkan makanan sehingga mereka sampai kelaparan dan masuk ke kebun warga,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top