Follow our news chanel

Previous
Next

KEJARI WAMENA LAKUKAN PENYELIDIKAN DUGAAN KORUPSI DI DINAS PARIWISATA JAYAWIJAYA

KEJARI WAMENA LAKUKAN PENYELIDIKAN DUGAAN KORUPSI DI DINAS PARIWISATA JAYAWIJAYA 1 i Papua
Kepala Kejaksaan Negeri Wamena, I Putu Suarjana, SH, MH (Jubi/Islami)

Wamena, 29/4 (Jubi) – Dugaan tindak pidana korupsi di salah satu SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Jayawijaya mulai diselediki Kejaksaan Negeri Wamena, terkait penyalahgunaan anggaran perjalan Dinas Pariwisata Jayawijaya dalam rangka promosi pariwisata ke salah satu negara di Eropa tahun anggaran 2011.

Kepala Kejaksaan Negeri Wamena, I Putu Suarjana, SH, MH mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan penyimpangan terhadap penggunaan perjalanan dinas di Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya.
Kajari Wamena menjelaskan, berdasarakan data dan fakta yang ada, ternyata anggaran yang dipersiapkan untuk kunjungan ke Negara Jerman hasilnya nihil, dalam artian tidak jadi berangkat.

“Diketahui bahwa yang akan melakukan kunjungan ke Jerman hanya sampai di Kedutaan Jerman di Jakarta. Seharusnya sebelum melakukan perjalanan Dinas Pariwisata Jayawijaya melakukan koordinasi terlebih dahulu mengenai kelengkapan berkas-berkas untuk keperluan ke luar negeri, tetapi hal itu tidak dilakukan dan ternyata tidak jadi berangkat ke Jerman, sementara uang yang digunakan untuk perjalanan sudah cair 100 persen,” ujar Kajari kepada Tabloid Jubi di ruang kerjanya, Senin (29/4).

Atas dasar pencairan dana tersebut, Kajari Wamena akan meminta bantuan BPK dan BPKP untuk melakukan audit dan menghitung apakah ada kerugian negara atau tidak.
“Kita tidak bisa tentukan besaran rill kerugian negara, harus menunggu hasil audit selesai dilakukan BPK. Kalau memang ditemukan total lost oleh BPKP berdasarakan hasil audit mereka, baru bisa diketahui apakah ada kerugian negara atau tidak,” tegasnya.

Seperti diketahui, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jayawijaya telah melakukan Perjalanan Dinas luar daerah tahun anggaran 2011 guna melakukan promosi pariwisata ke salah satu negara di Eropa yakni Jerman dengan total anggaran mencapai Rp.2.307.460.000 (Dua Miliar Tiga Ratus Tujuh Juta Empat Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah).
Namun perjalanan tersebut hanya sampai ke Jakarta dan tidak sampai ke negara Jerman, karena terkendala dengan tidak lengkapnya berkas-berkas untuk bepergian ke Luar negeri. (Jubi/Islami)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top