TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Kekerasan terhadap penyandang disabilitas oleh anggota TNI AU mendapat perhatian KSP

Kekerasan Aparat di Papua
Komandan Lanud JA Dimara Merauke, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto bersalaman dengan Steven, warga sipil Merauke yang diringkus dan kepalanya diinjak oleh dua Polisi Militer TNI AU. – Jubi/Frans L Kobun
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Kekerasan yang dilakukan prajurit Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) terhadap warga penyandang disabilitas di Merauke, Papua mendapat perhatian dari Kantor Staf Presiden (KSP) yang mengecam dan menyampaikan penyesalan mendalam atas kejadian itu. KSP mengapresiasi dan menghargai respon cepat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang telah menahan kedua pelaku untuk diproses sesuai hukum.

“KSP menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh kedua aparat tersebut sangat eksesif di luar standar dan prosedur yang berlaku,” kata Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, Rabu, rabu (28/7/2021).

KSP mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung dan mempercayakan dan mengawasi proses penegakan hukum tersebut. “KSP akan memastikan bahwa pelaku diproses secara hukum yang transparan dan akuntabel, serta memastikan korban mendapat perlindungan serta pemulihan,” kata Moeldoko menambahkan.

Moeldoko menjelaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), semua lapisan masyarakat terutama aparat penegak hukum perlu memiliki perspektif Hak Asasi Manusia, dan menekankan pendekatan humanis serta dialogis terutama terhadap penyandang disabilitas.

Berita terkait : 2 Polisi Militer Lanud Merauke injak kepala Steven, Danlanud minta maaf

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2020 tentang Akomodasi Yang Layak Bagi Penyandang Disabilitas Dalam Proses Peradilan.

“Mengajak semua pihak untuk berupaya memastikan agar kejadian tersebut tidak berulang, baik di Papua maupun di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Moeldoko menjelaskan.

Tercatat kekerasan dilakukan anggota TNU AU terekam dalam video dan viral di media sosial. Dalam video itu memperlihatkan dua orang anggota Polisi Militer di Pangkalan TNI Angkatan Udara JA Dimara Merauke yang melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang warga sipil penyandang disabilitas.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang B, Pada Selasa (27/7/2021) malam, menyatakan prajurit Pomau tersebut sudah ditahan dan dalam pengawasan Komandan Lanud J.A Dimara Merauke.

“TNI AU tidak segan-segan menghukum sesuai tingkat kesalahannya,” kata Indan Gilang. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us