TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Kelangkaan minyak goreng, KPPU : sedang mengolah data untuk menentukan tindakan

Papua
Minyak goreng kemasan di salah satu retail di Kota Jayapura - Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakartam Jubi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sedang melakukan penegakan hukum menghadapi permasalahan minyak goreng sejak 26 Januari 2022. Lembaga pengawas persaingan usaha itu  juga telah melakukan pemanggilan berbagai produsen minyak goreng, distributor, asosiasi, dan pelaku ritel.

“Saat ini KPPU tengah mengolah berbagai data dan keterangan yang diperoleh untuk menentukan kelayakan minimal satu alat bukti guna menentukan tindakan selanjutnya,” kata Ketua KPPU Ukay Karyadi, dikutip Antara, Jumat, (18/3/2022).

Baca juga : 26 ton minyak goreng dijual ke perusahaan kosmetik di atas HET
Warga Jayapura teriak sulitnya minyak goreng
Pegiat anti korupsi laporkan dugaan penyimpangan ekspor CPO minyak goreng

Menurut Karyadi, mengajak Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkoordinasi untuk mengusut dugaan mafia minyak goreng. Termasuk turut menyampaikan data dan informasi yang diperoleh Kemendag kepada KPPU, khususnya yang berhubungan dengan perilaku persaingan usaha tidak sehat antarpelaku minyak goreng.

“KPPU memandang data dan informasi yang dimiliki Kementerian Perdagangan tersebut penting bagi proses penegakan hukum, khususnya apabila data tersebut berkaitan dengan potensi pelanggaran persaingan usaha yang merupakan kewenangan KPPU sesuai UU No. 5 Tahun 1999,” kata Karyadi menjelaskan.

Ajakan berkoordinasi itu didasari pernyataan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI pada Kamis (17/3/2022) kemarin yang mencurigai ada oknum memanfaatkan kelangkaan minyak goreng untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

Diduga permasalahan tersebut terjadi di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending


Terkini

JUBI TV

Oops, something went wrong.

Rekomendasi

Follow Us