HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Kelompok oposisi sudan ancam gerakan membangkang sipil

Tentara Sudan, pixabay.com
Kelompok oposisi sudan ancam gerakan membangkang sipil 1 i Papua
Tentara Sudan, pixabay.com

Sekretaris Jenderal Partai Kongres Sudan, Khalid Omer Youssef,  menuduh MTC bermanuver untuk menghindari penyerahan kekuasaan eksekutif.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Khartoum, Jubi – Kelompok oposisi Sudan, aliansi Perubahan dan Kebebasan, mengancam akan melancarkan aksi “pembangkangan sipil” jika Dewan Peralihan Militer (MTC) menolak menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil.

Kelompok oposisi sudan ancam gerakan membangkang sipil 2 i Papua

Berita terkait : Dewan militer Sudan janjikan pemerintahan sipil

Oposisi Sudan tolak kudeta militer pengulingan Presiden Omar al-Bashir

Polisi Sudan bubarkan sejumlah pertemuan ilegal

Dalam satu taklimat pada Rabu (8/5/2019) di Ibu Kota Sudan, Khartoum, Sekretaris Jenderal Partai Kongres Sudan, Khalid Omer Youssef,  menuduh MTC bermanuver untuk menghindari penyerahan kekuasaan eksekutif.

Loading...
;

“Kami memiliki banyak pilihan, termasuk demonstrasi dan aksi duduk, selain rencana bagi kegiatan pembangkangan sipil,” kata Youssef.

Youssef menyebutkan meski lebih suka mencapai penyelesaian melalui perundingan dengan MTC jika Dewan tersebut dapat menerima keadaan secara sungguh-sungguh.

Partai konggres sudan bagian komponen di dalam aliansi Perubahan dan Kebebasan. Pada Selasa, MTC menolak rancangan usul yang diajukan oleh aliansi oposisi.

Baca juga : Demonstran perempuan di Sudan dibubarkan pasukan keamanan

Sudan kembali menuai protes kesulitan ekonomi

Protes kenaikan harga, negara bagian Sudan umumkan darurat

Anggota utama aliansi Perubahan dan Kebebasan, Medani Abas Medani, menyatakan penolak yang dilakukan MTC terhadap usul oposisi membuat rumit keadaan. Ia menggambarkan pernyataan MTC belum lama ini mengenai peran Hukum Syari’ah sebagai “upaya untuk mengalihkan peralihan perhatian dari masalah utama -yaitu, upaya penyerahan kekuasaan kepada pemerintah sipil”.

Medani menuduh MTC “melancarkan taktik rejim lama”. Ia juga menyatakan aparatur keamanan lama Sudan “masih menguasai negeri itu”.

Pada 11 April, militer Sudan mengumumkan “pencopotan” presiden Omar al-Bashir, setelah berbulan-bulan protes massa terhadap 30 tahun kekuasaannya.

MTC sekarang memimpin “masa peralihan” dua-tahun, dan selama itu MTC berjanji akan menyelenggarakan pemilihan presiden secara bebas. Namun, demonstran tetap berada di jalan guna menuntut dewan militer menyerahkan kekuasaan –dalam waktu secepatnya– kepada pemerintah sipil. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa