HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Keluar-masuk Wamena, penumpang wajib membawa dokumen ini

Papua
Posko terpadu Covid-19 yang disiapkan pihak Bandara Wamena-Jubi/Islami.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

 

Keluar masuk Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, setiap penumpang wajib mengantongi sejumlah dokumen setelah melalui beberapa tahap.

 

SETIAP CALON PENUMPANG dari dan atau tujuan ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua wajib mengantongi sejumlah persyaratan: surat keterangan bebas Covid-19, hasil tes non-reaktif rapid tes, hasil pemeriksaan swab [khusus dari luar Wamena], dan surat rekomendasi [ijin terbang] dari Pemerintah Jayawijaya, melalui Badan Penanggulanan Bencana Daerah [BPBD].

Keluar-masuk Wamena, penumpang wajib membawa dokumen ini 1 i Papua

Tiga hari adalah waktu yang dibutuhkan As Jikwa, remaja asal Wamena untuk memperoleh selembar surat yang menyatakan dirinya boleh mengakses transportasi udara [pesawat] untuk keluar ke daerah lain dari kampung halamannya, Kabupaten Jayawijaya.

Jikwa yang ingin melanjutkan pendidikannya di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura [USTJ] itu menuturkan, setelah mengisi formulis yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] setempat, ia pun mengajukan permohonannya ke Kantor Bupati Jayawijaya pada Senin [22/6/2020]. Jawaban atas permohonannya tersebut: berupa rekomendasi pemeriksaan rapid-test, baru diperolehnya pada Rabu [24/6/2020]. Dengan membawa surat rekomendasi itu, Jikwa memeriksakan dirinya di Rumah Sakit Umum Daerah [RSUD] Wamena.

“Kami kasih masuk surat permohonan dari orang tua untuk daftar kuliah di Jayapura. Tinggal menunggu telepon saja untuk periksa kesehatan, setelah itu ke Bandara untuk cek tiket,” kata Jikwa, remaja lulusan salah satu SMA di Jayawijaya ini, saat ditemui Jubi, Kamis [25/6/2020].

Hasil pemeriksaan rapid-test itu yang akan menentukan. Jika non-reaktif, Jikwa dapat langsung mengurus tiket keberangkatannya. Namun, ia harus dikarantina selama 14 hari lamanya jika hasilnya reaktif.

Loading...
;

Apa yang dialami Jikwa ini tentu harus dilalui semua calon penumpang yang hendak keluar dari daerah dingin tersebut, khususnya selama masa pandemi Covid-19.

Remaja ini mengaku, awalnya ia merasa berat harus mengurus segala macam hal untuk keberangkatannya. Tidak seperti saat normal, yang hanya perlu membeli tiket dan berangkat.

“Saya rasa berat urus itu semua karena saya tidak punya kendaraan sendiri, saya harus naik taksi. Turun naik ke Kantor Dinas Otonom Jayawijaya urus persyaratan, ke rumah sakit, dan ke bandara,” tutur Jikwa yang bertempat tinggal di Homhom.

papua
Dokumen yang wajib dibawa jika ingin keluar atau masuk Wamena di masa Pandemi Covid-19

Izin terbang bagi maskapai penerbangan di Wamena sendiri sebenarnya telah dibuka sejak Senin, 22 Juni 2020. Namun, karena sejumlah alasan teknis, Trigana Air dan Wings Air—dua maskapai yang biasa ke Wamena, tidak beroperasi.

Hercules pun menjadi incaran setiap orang yang sudah mengantongi izin untuk berangkat. Meski tidak dirancang buat penumpang, Jikwa dan puluhan orang lainnya sudah pasti akan menerimanya dengan hati senang.

“Saya lebih pilih naik Herkules saja. Kalau tunggu penerbangan komersil takutnya terlalu lama, karena pembukaan pendaftaran di USTJ dibuka sejak 23 Juni sampai 14 Juli 2020. Saya butuh cepat,” katanya.

Terbang dua kali seminggu

Pemerintah Jayawijaya, setelah berkoordinasi dengan Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua dan Forkopimda, akhirnya membuka akses transportasi udara untuk penumpang, sejak awal pekan lalu, Senin [22/6/2020].

Terakhir, penerbangan untuk penumpang ditutup pada 26 Maret 2020, sebagai upaya memutus penyebaran virus Corona dari luar Wamena. Hingga saat ini, Jayawijaya tidak lagi memiliki pasien dengan status Covid-19. Namun, sebagai kabupaten induk dengan fasilitas RSUD yang lebih mumpuni, pasien-pasien dari hampir seluruh wilayah Lapago dirujuk ke Wamena.

Izin terbang bagi seluruh maskapai hanya dua kali dalam sepekan dan sekali dalam seharinya. “Sehari penerbangan satu flight saja tidak bisa membuka penerbangan seperti dalam situasi normal sebelum Covid-19, karena masih dalam pengawasan terutama bagi orang yang dari luar Wamena agar lebih terkontrol,” kata Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua.

Trigana Air dan Wings Air adalah dua maskapai penerbangan komersil berbadan besar bagi penumpang dari dan ke Wamena. Selain itu, terdapat Hercules di bawah otoritas TNI-AU, serta sejumlah pesawat perintis seperti Cessna, Caravan, Pilatus, Helicopter, dan pesawat perintis lainnya.

Pantauan Jubi, Trigana Air akhirnya telah mengudara per Jumat [26/6/2020]. Sementara, Wings Air, kata Devi Arifyanti, perwakilan Wings Air Wamena, mengatakan, pihaknya belum dapat beroperasi karena masih berada di Jakarta. “Belum tahu kapan kembali beroperasi karena harus cari schedule buat reposisi pesawat kembali ke Jayapura,” katanya.

Jadwal Penerbangan

Terdapat lima jenis pilihan maskapai penerbangan untuk keluar-masuk Wamena. Tidak seperti sebelum masa pandemi Covid-19. Mulai pekan lalu, pemerintah daerah hanya membolehkan penerbangan komersil selama dua kali dalam seminggu.

Berikut jadwalnya berdasarkan wawancara Jubi pada 25 Juni 2020:

  • Trigana Air: Senin dan Jumat dengan rute Jayapura-Wamena-Jayapura.
  • Wings Air: Selasa dan Sabtu dengan rute Jayapura-Wamena-Jayapura.
  • Hercules menyesuaikan jadwal yang ditetapkan TNI-AU.
  • Pesawat perintis seperti Caravan, Cessna, Pilatus, Helikopter dan sejenisnya mendapatkan jadwal tiga kali: Senin, Rabu, dan Jumat. Rute penerbangannya ke pos-pos di wilayah adat Lapago maupun rute lainnya.

Kemudian, untuk pesawat charter semua jenis maskapai, baik ATR mau perintis, harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah daerah Jayawijaya. [*]

Editor: Yuliana Lantipo

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa