Keluarga anggota FPI korban penembakan polisi serahkan bukti ke Komnas HAM

papua
Ilustrasi pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Keluarga dan tim hukum nam anggota Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak polisi usai bentrok di Tol Cikampek KM 50, akan mendatangi Kantor Komnas HAM, Jakarta pada Senin (21/12/2020) pagi. Mereka menyerahkan bukti-bukti dugaan  pelanggaran berat yang dilakukan kepolisian hingga membuat anggota keluarganya tewas.

“Kami dari tim Kuasa Hukum Keluarga 6 laskar korban dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh pihak Kepolisian dan DPP FPI rencananya bersama dengan para perwakilan keluarga para dan beberapa tokoh nasional akan mendatangi Komnas HAM RI guna memberikan bukti dan penjelasan versi kami kepada Komnas HAM,” kata Tim Bantuan Hukum Keluarga 6 Laskar FPI, Aziz Yanuar, Senin (21/12/2020).

Berita terkait : Penembakan anggota FPI, ahli cek psikologi anak yang ikut rombongan Rizieq Shihab 

Penembakan anggota FPI, rekonstruksi menunjukkan empat orang ditembak di mobil polisi 

Penembakan lanskar FPI, penyelidikan Komnas HAM akan melibatkan ahli

Aziz menegaskan upaya tersebut guna membantu keluarga korban dalam mencari keadilan. Ia menyatakan akan terus mengawal penanganan kasus tersebut di Komnas HAM.

Loading...
;

“Kami bersama para keluarga 6 laskar, para tokoh nasional dan para pecinta dan pendamba tegaknya keadilan dan kebenaran siap selalu mendukung dan mengawal Komnas HAM RI untuk menegakkan kebenaran dan keadilan,” kata Aziz menambahkan.

Sebelumnya, Komnas HAM telah memeriksa 25 saksi terkait bentrok FPI-Polisi sampai saat ini. Mereka terdiri dari sejumlah pihak, baik dari polisi, FPI, maupun masyarakat yang menjadi saksi.

Bentrokan antara anggota polisi dan laskar FPI pada 7 Desember lalu telah menewaskan 6 orang dari pihak Laskar FPI. Insiden itu menimbulkan polemik dua versi kronologi dari kepolisian maupun FPI .

Polisi mengatakan serangan bermula dari enam orang laskar FPI pengawal pentolan FPI Rizieq Shihab yang ingin melukai petugas dengan senjata tajam dan senjata api rakitan.

Sementara itu, pihak FPI membantah pernyataan polisi tersebut. FPI mengatakan bahwa laskar yang mengawal Rizieq tidak memiliki senjata api. Mereka dibawa oleh polisi dan dibunuh di suatu tempat. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top