Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Keluarga dan PH terdakwa penganiayaan di Biak minta majelis hakim objektif

Keluarga besar Rumbiak dan warga Biak saat berada di depan Pengadilan Negeri Biak ketika persidangan Septinus Rumbiak - Jubi. Dok PH
Keluarga dan PH terdakwa penganiayaan di Biak minta majelis hakim objektif 1 i Papua
Keluarga besar Rumbiak dan warga Biak saat berada di depan Pengadilan Negeri Biak ketika persidangan Septinus Rumbiak – Jubi. Dok PH

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Keluarga dan penasihat hukum (PH) tiga terdakwa kasus penganiyaan di Kabupaten Biak Numfor, Papua meminta majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) setempat yang mengadili perkara tersebut, objektif melihat fakta-fakta yang ada.

Imanuel Rumayom yang merupakan PH dari tiga terdakwa yakni Septinus Rumbiak, Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak mengatakan ketiga terdakwa dikenakan pasal 170 terkait pengeroyokan.

Keluarga dan PH terdakwa penganiayaan di Biak minta majelis hakim objektif 2 i Papua

Proses hukum terdakwa utama Septinus Rumbiak di PN Negeri Biak telah memasuki pemeriksaan saksi yang meringankan dari terdakwa. Proses persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi digelar pada Selasa (21/1/2020).

PH dan keluarga besar Rumbiak menilai dua terdakwa lain dalam kasus penganiayaan itu yakni Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak adalah korban kriminalisasi.

Menurutnya, awalnya hanya Septinus Rumbiak yang dijadikan tersangka dalam kasus ini. Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak hanya diperiksa sebagai saksi bersama satu warga lainnya.

Akan tetapi dalam proses hukum di kepolisian, Eduard Rumbiak juga dijadikan tersangka. Tak lama berselang, Maleachi Rumbik juga berstatus tersangka.

Loading...
;

“Ada dua berkas perkara dalam kasus ini. Satu berkas perkara Septinus Rumbiak dan satu berkas perkara Eduard Rumbiak bersama Maleachi Rumbiak,” kata Imanuel Rumayom melalui teleponnya kepada Jubi, Rabu (22/1/2020).

Dalam persidangan lanjutan Septinus Rumbiak dengan agenda pemeriksaan saksi sehari sebelumnya, PH terdakwa menghadirkan empat orang saksi. Para saksi ini berada ditempat kejadian penganiayaan yang dilakukan terdakwa pada pertengahan 2019 lalu.

Di hadapan majelis hakim, keempat saksi ini menyatakan Maleachi Rumbiak dan Eduard Rumbiak tidak ikut menganiaya korban.
Penganiyaan hanya dilakukan terdakwa Septinus Rumbiak seorang diri.

“Keluarga telah melaporkan dugaan pelanggaran dalam proses hukum ini ke Kompolnas, Propam Mabes Polri, Komnas HAM dan Ombudsman, juga meminta Komisi Yudisial dan dan Mahkamah Agung mengawasi kinerja hakim yang menangani perkara Septinus Rumbiak, Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak,” ujarnya.

Salah seorang keluarga terdakwa, Alberth Rumbiak mengatakan, setelah permohonan praperadilan yang diajukan pihaknya terhadap Polsek Biak Kota dinyatakan gugur oleh Pengadilan, keluarga terus berupaya mendapatkan keadilan dalam kasus ini.

“Kami menilai Polsek Biak Kotya sejak awal salah menerapkan pasal terhadap Septinus Rumbiak. Pasal yang digunakan adalah pasal pengeroyokan, padahal ia melakukan apa yang didakwakan seorang diri. Makanya kami menduga Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak ini hanya korban kriminalisasi,” kata Alberth Rumbiak.

Kata Alberth Rumbiak, pihaknya meminta pengadilan obyektif melihat masalah ini. Masyarakat Biak juga terus mengkawal proses kasus ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan.

“Kami keluarga besar Rumbiak minta hakim Pengadilan Negeri Biak obyektif melihat masalah ini, sehingga keadilan dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top