Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Keluarga korban MV Taimareho minta kompensasi

Orang-orang Kepulauan Solomon melihat kapal feri MV Taimareho. - RNZI/ Police Media

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Honiara, Jubi – Untuk kedua kalinya pada Jumat lalu (5/6/2020), Anggota Parlemen (MP) dari dapil West Are’Are, John Maneniaru, tidak bertemu dengan kerabat dari 27 korban yang meninggal dunia dalam tragedi MV Taimareho, 2 April lalu.

Kerabat para korban ingin bertemu dan berdiskusi dengan Maneniaru dan direktur-direktur perusahaan kapal yang mengoperasikan MV Taimareho mengenai kemungkinan adanya kompensasi. Kapal itu milik dapil West Are’Are.

Keluarga korban MV Taimareho minta kompensasi 1 i Papua

Mereka awalnya berkumpul di kantor Polisi Pusat pada hari Kamis, berharap Maneniaru akan muncul. Namun dia tidak tak kunjung datang.

Jumat kemarin, mereka kembali berkumpul, tetapi baik Maneniaru maupun direktur perusahaan tidak ada yang muncul.

“Ini sangat menjengkelkan,” kata juru bicara itu. “Kita seharusnya bertemu dan membahas permasalahan tentang 27 korban yang meninggal, tetapi mereka tidak muncul,” tambahnya. “Kita kemudian dengar bahwa MP kita telah memerintahkan direktur perusahaan kapal untuk tidak bertemu dengan kita karena alasan yang tidak diketahui.”

Juru bicara itu lalu berkata bahwa MP Maneniaru menyampaikan, melalui salah satu stafnya, ia hanya akan menjawab pertanyaan mereka melalui SMS.

Loading...
;

“Apakah ini caramu menyelesaikan suatu permasalahan dengan orang-orangmu? Apakah ini bagaimana seorang pemimpin bertindak atau apakah pemimpin kita lupa tentang budaya dan adat kita dalam menyelesaikan permasalah?”

“Kita punya budaya dan adat tentang bagaimana menyelesaikan masalah-masalah seperti ini, dan hari ini, kalian bisa melihat ibu, ayah dan kerabat lainnya dari orang-orang yang kita cintai yang hilang, kita ingin pemimpin dan pemerintah kita melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan sesuai dengan budaya kita,” tegas juru bicara itu.

Pemerintah Kepulauan Solomon telah sejumlah memulai penyelidikan atas perkara ini. Hasil penyelidikan itu belum dipublikasikan.

Kapal feri MV Taimareho mengangkut lebih dari 700 penumpang ketika diserang Siklon Tropis Harold di perairan antara Honiara dan Barat Are’Are.

Semua penumpang meninggalkan Honiara di bawah perintah repatriasi massal pemerintah Kepulauan Solomon untuk melawan Covid-19.

Hanya enam jenazah yang ditemukan. Dari 27 korban yang hilang, sebagian besar adalah siswa SMA. (Solomon Star News)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top