Follow our news chanel

Keluarga terdakwa aksi antirasisme Deiyai kecewa sidang putusan ditunda lagi

Para terdakwa berpelukan dan menangis setelah keluar dari ruang sidang PN Nabire, Senin (2/3/2020). - Jubi/Abeth You
Keluarga terdakwa aksi antirasisme Deiyai kecewa sidang putusan ditunda lagi 1 i Papua
Para terdakwa berpelukan dengan keluarga mereka setelah keluar dari ruang sidang PN Nabire, Senin (2/3/2020). – Jubi/Abeth You

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Sidang pembacaan putusan terhadap tiga terdakwa masing-masing Stevanus Pigai, Mikael Bukega, dan Yosias Iyai, di Pengadilan Negeri atau PN Nabire yang sempat ditunda hingga Senin (2/3/2020), kembali ditunda pada Selasa (3/3/2020). Ketiga terdakwa ini terlibat dalam aksi antirasisme di Kabupaten Deiyai, pada 28 Agustus 2019.

Penundaan tersebut membuat keluarga dan kerabat para terdakwa kecewa. Mereka berdatangan dari Deiyai, bahkan ada yang mengaku tinggal di Nabire selama berbulan-bulan.

“Ini ada apakah? Kok sudah dua kali ditunda. Ini bagaimana sih hakim dan jaksanya, kami sudah menunggu lama,” ujar Lina Pigai, salah satu keluarga terdakwa setelah keluar dari ruang sidang, Senin (2/3/2020).

Ketua Majelis Hakim PN Nabire, Erenst Jannes Ulaen S.H. M.H., mengatakan penundaan karena alasan yang sama dengan sebelumnya, yakni salah satu hakim anggota tidak hadir.

Salah satu kerabat terdakwa, Gabby Ukago, mengaku sudah menunggu sejak pukul 13.00 WP, namun sidang itu ternyata harus ditunda.

“Sudah tunggu dari tadi, hakim bilang tunda besok karena salah satu hakim anggota tidak ada. Wah, ini bikin kecewa. Kecewa bagi kami semua, ya rakyat Deiyai,” katanya.

Loading...
;

Sebelumnya, Pengacara Hukum, Oktovianus Tabuni, mengatakan ketiga kliennya sudah berada di luar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nabire sejak 19 Februari 2020, karena batas waktu penahanan dari jaksa sudah habis. Sementara itu, enam terdakwa lainnya masih berada di Lapas Nabire sebagai tahanan Kejaksaan.

Sekadar diketahui, status tahanan ketiga terdakwa berakhir karena tidak diperpanjang lagi. Sesuai ketentuan Pasal 29 ayat (1) huruf b. KUHAP masa penahanan terdakwa hanya dapat diperpanjang, apabila terdakwa diancam hukuman sembilan tahun penjara atau lebih.

Meskipun telah dibebaskan dari tahanan, para terdakwa masih harus menunggu putusan majelis hakim atas perkara mereka. Kalau mereka divonis bersalah dan dihukum lebih lama dari masa tahanan yang telah dijalani, para terdakwa akan dipenjara hingga masa hukuman yang dijatuhkan hakim berakhir. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top