Follow our news chanel

Previous
Next

Kematian harimau sumatera ini diselidiki

Harimau, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Banda Aceh, JubiBalai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menggandeng kepolisian untuk menyelidiki kematian seekor harimau sumatera di Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Dugaan sementara hewan dilindungi dengan nama latin panthera tigris sumatrae itu karena keracunan.

“Penyelidikan untuk mengetahui harimau sumatera tersebut diracun karena unsur kesengajaan atau tidak. Jika ada unsur kesengajaan, tentu ada pihak yang terlibat,” kata Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, Rabu, (1/7/2020).

Baca juga : Warga daerah ini resah dengan kemunculan kawanan harimau

Seekor Harimau Sumatera di Riau mati dijerat

BBKSDA : informasi munculnya harimau di Pelalawan hoaks

Agus Arianto mengatakan harimau betina dengan perkiraan umur dua hingga tiga tahun tersebut ditemukan mati di perkebunan masyarakat di Desa Kapa Seusak, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan pada Senin (29/6/2020) pukul 06.35 WIB.

Loading...
;

BKSDA telah memeriksa kematian atau nekropsi atwa dilindungi tersebut yang hasilnya menunjukkan kondisi bangkai harimau sudah mengalami pembusukan. “Ada pendarahan dari lubang hidung dan bulu gampang rontok, jaringan bawah kulit sebagian memar,” kata Agus menambahkan.

Selain itu ada luka diduga akibat kawat duri di bagian perut. Lidah sebagian mengalami sianosis kondisi tampak berwarna kebiruan karena kurangnya oksigen dalam darah, sedangkan saluran pencernaan dan lambung mengalami pendarahan.

“Ada ditemukan zat diduga racun insektisida pada kulit kambing yang sebelumnya dimangsa harimau tersebut. Hasil nekropsi disimpulkan bahwa kematian harimau diduga karena keracunan,” kata Agus menjelaskan.

Menurut dia tim nekropsi mengambil sampel di antara hati, jantung serta organ vital harimau lainnya termasuk isi lambung, kulit kambing diduga dilumuri racun untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

“Tujuan pemeriksaan laboratorium untuk lebih memastikan penyebab kematian harimau sumatera serta bahan penyelidikan kepolisian,” katanya.

Ia menegaskan harimau sumatera merupakan satwa dilindungi. Satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera tersebut masuk dalam spesies terancam dan berisiko tinggi punah di alam liar.

BKSDA mengajak masyarakat menjaga kelestarian harimau sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat alami. Serta tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian satwa dilindungi tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top