Follow our news chanel

Previous
Next

Kematian tinggi, polisi di Riau bentuk tim penanganan jenazah Covid-19

papua
Ilustrasi, pixabay.com
Kematian tinggi, polisi di Riau bentuk tim penanganan jenazah Covid-19 1 i Papua
Ilustrasi pixabay.com

Jenazah yang yang ditangani tim forensik nanti boleh diperlakukan sesuai ajaran keyakinan

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pekanbaru, Jubi– Polda Riau bersama Persatuan Dokter Forensik Indonesia serta Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau membentuk tim penanganan jenazah yang terindikasi positif Covid-19.  Diakui angka kematian akibat Covid-19 d daerah setempat sangat tinggi.

“Tim bersama ini dibentuk karena tingginya angka kematian, sehingga memerlukan upaya untuk menjamin keamanan dan menghilangkan stigma negatif pada masyarakat terhadap pasien yang terkait wabah Covid-19,” kata Kabid Dokter Kesehatan Polda Riau, Kombes Adang Azhar, Kamis, (16/4/2020).

Baca juga : Penolak pemakaman jenazah Covid-19 ditangkap polisi

Umat Muslim Papua Barat diimbau tidak menolak pemakaman jenazah Covid-19

Lagi, jenazah pasien Covid-19 ditolak warga

Loading...
;

Menurut dia tim penanganan jenazah memberikan bantuan turun lansung ke lapangan jika rumah sakit kekurangan tenaga. “Yang pasti jika ada jenazah yajg terindikasi Covid-19 akan kita bantu sebaik mungkin,” kata Adang menambahkan.

Ia menjelaskan stigma negatif terhadap penderita, tenaga medis maupun keluarga pasien terindikasi Covid-19 di Riau terjadi karena banyak masyarakat belum memahami virus mematikan tersebut. Selain itu di Riau juga terjadi fenomena kematian terduga atau pasien dalam pengawasan (PDP) yang  tergolong tinggi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, hingga Kamis pagi sudah ada 25 orang PDP yang meninggal dunia dan baru dua orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah kematian PDP lebih tinggi dari kasus positif corona yang ada sebanyak 20 kasus.

“Terkait teknis, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dokter spesialis forensik yang juga merupakan ketua PDFI cabang Riau-Sumbar-Kepri dan juga BEM FK UNRI yang berpengalaman dan paham dalam penanganan jenazah,” kata Andang menjelaskan.

Penanganan jenazah terindikasi Covid-19 akan diberikan edukasi kepada pihak petugas rumah sakit bagaimana penanganan dengan benar dan baik sesuai prosedur standarnya. Rumah Sakit Bhayangkara juga sudah membuat call center yang bisa dihubungi kapan saja untuk meningkatkan koordinasi.

Ia menjamin penanganan jenazah terindikasi Covid-19 yang sudah ditangani oleh tim forensik  tersebut bisa dikatakan aman dan tidak lagi ada menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat.

Bahkan jenazah yang yang ditangani tim forensik nanti boleh diperlakukan sesuai ajaran keyakinan.

“Dishalatkan oleh pihak keluarga bagi yang Muslim, dan juga cara lain sesuai masing-masing keagamaan, termasuk melihat saat pemakaman jenazah,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top