Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kemenhan wacanakan pendidikan militer untuk mahasiswa

Papua, Militer
Ilustrasi pasukan militer - Pexels.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono menyatakan berencana menerapkan pendidikan militer melalui Program Bela Negara kepada para mahasiswa. Program itu dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Nanti, dalam satu semester mereka bisa ikut pendidikan militer, nilainya dimasukkan ke dalam SKS yang diambil. Ini salah satu yang sedang kita diskusikan dengan Kemendikbud untuk dijalankan,” kata Trenggono , Minggu (16/8/2020).

Kemenhan wacanakan pendidikan militer untuk mahasiswa 1 i Papua

Trenggono menyatakan lewat program tersebut pihaknya ingin anak muda Indonesia tak hanya kreatif dan inovatif, namun cinta terhadap bangsa dan negara.  Program Bela Negara itu bertujuan menyadarkan masyarakat. “Khususnya anak muda untuk bangga sebagai orang Indonesia,” kata Trenggono.

Baca juga :Mahasiswa dan Pemuda di Kota Sorong gelar aksi peringatan Perjanjian New York

Terancam dikeluarkan, 128 mahasiswa FK Uncen mengadu ke LBH Papua

Kemendikbud akan beri bantuan kepada 235 komunitas budaya dan 73 desa adat

Loading...
;

Ia menyinggung Korea Selatan yang mampu mengguncang dunia melalui budaya K-Pop. Menurutnya, dilihat dari sudut pertahanan, langkah itu cara Korsel lewat industri kreatif mempengaruhi dunia. Indonesia, kata Trenggono harusnya bisa seperti itu karena kita punya seni dan budaya yang banyak.

Di sisi lain, ia juga menyatakan para milenial bisa menunjukkan kecintaan terhadap negara dengan bergabung dalam Komponen Cadangan (Komcad) yang disebut sesuai dengan amanat Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara.

Ia memastikan Komcad bukan program wajib militer yang harus dilakukan oleh seluruh warga negara. Hanya upaya negara untuk memfasilitasi pelatihan kepada masyarakat yang ingin membela negara jika terjadi perang. “Difasilitasi dengan memberikan pelatihan selama beberapa bulan. Usai latihan dikembalikan ke masyarakat. Jika negara dalam keadaan perang, mereka siap bertempur,” katanya. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top