Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kemenkes belum setujui usulan PSBB di Kota Sorong

Papua, Karantina Covid-19
Ilustrasi, karantina Covid-19 – Jubi/LeonArt
Kemenkes belum setujui usulan PSBB di Kota Sorong 1 i Papua
Ilustrasi, karantina COVID-19 – Jubi/LeonArt

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sorong, Jubi – Pemerintah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat menyatakan bahwa belum ada persetujuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait usul pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau berhenti total aktivitas  di daerah setempat.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Sorong, Rudy R Laku, di Sorong, Kamis (9/4/2020), mengatakan beredarnya informasi  PSBB atau berhenti total tiga hari sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona itu sesuatu yang tidak jelas atau berita hoack, karena untuk PSBB  harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kesehatan.

Kemenkes belum setujui usulan PSBB di Kota Sorong 2 i Papua

Dia mengatakan bahwa Pemerintah Kota Sorong dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona telah mengusulkan PSBB kepada Kementerian Kesehatan dan menunggu jawaban.

Menurut dia, kebijakan tersebut tidak dapat dilakukan tanpa ada persetujuan Kementerian Kesehatan sehingga informasi penerapan mulai dari 10-12 April 2020 yang telah tersebar luas belum berlaku di Kota Sorong.

“Seperti apa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar di Kota Sorong akan dibicarakan dan ditentukan setelah ada persetujuan dari Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Karena itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sorong agar tetap tenang, tidak panik dan tidak belanja dalam jumlah banyak karena stok bahan pokok mencukupi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.

Loading...
;

Ditambahkan, setiap kebijakan pemerintah daerah yang berkaitan dengan upaya pencegahan penyebaran virus Corona akan dibuat secara tertulis melalui surat wali kota.

“Saya berharap aga masyarakat tetap tenang dan selalu waspada pencegahan virus Corona dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Dan yakinlah bahwa apa yang dilakukan pemerintah pasti yang terbaik untuk masyarakat,” tambah dia.

Diberitakan sebelumnya, ribuan warga Kota Sorong, Provinsi Papua Barat berbondong-bondong berbelanja di pasar tradisional Remu akibat panik mendengar informasi berhenti beraktivitas total selama tiga hari sejak 10-12 April 2020.

Pasar ikan jembatan Puri dan pasar tradisional Boswesen juga dipadati ribuan pembeli sejak pukul 06.00 WIT.

Masyarakat tidak peduli lagi dengan SOP jaga jarak karena takut tidak dapat membeli kebutuhan pokok terutama bahan makanan selama tiga hari ke depan.

“Saya mendapat informasi dari keluarga serta mengikuti di media sosial seluruh aktivitas di Kota Sorong akan tutup selama tiga hari sehingga saya bersama keluarga datang ke pasar berbelanja untuk kebutuhan tiga hari ke depan,” kata Rina Amelia, warga Malanu Kota Sorong.

Menurut dia, bukan hanya keluarganya saja yang datang berbelanja di pasar, tetapi tetangga di sekitar rumah pun sama datang berbelanja kebutuhan untuk tiga hari ke depan.

Amiruddin, pedagang sayur Kabupaten Sorong yang berjualan di pasar Remu Kota Sorong, mengatakan pihaknya juga mendapat informasi tidak beraktivitas selama tiga hari sejak 10-12 April 2020 tapi belum ada surat edaran resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah kota.

“Tetapi besok Jumat (10/4/2020) saya tidak berjualan karena secara nasional hari libur atau tanggal merah dimana umat Kristen merayakan hari keagamaannya,” ujar Amiruddin. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top