Follow our news chanel

Kemenpar sosialisasi Branding Pesona Indonesia

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Kementerian Pariwisata menggelar sosialisasi Branding Pesona Indonesia kepada para pelaku bisnis pariwisata, sejak 13 sampai 14 September 2017, di salah satu hotel di Kota Jayapura.

"Branding ini adalah identitas pariwisata Indonesia. Jadi dengan visual yang sudah ditetapkan itu harus disosialisasikan dengan baik," kata Pelaksana tugas Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata RI, Haryanto, Rabu (13/9/2017).

Dikatakan, branding ini bukan hanya sebagai logo namun memiliki maksud luas, juga bukan hanya citra positif pariwisata namun citra positif Indonesia baik di dalam negeri bahkan di dunia intenasional.

"Devisa terbesar yang berkontribusi untuk Indonesia adalah dari sektor pariwisata, dan pariwisata berada di urutan empat besar. Tetapi dari empat besar itu, tiga dari sektor migas, karet, dan sawit trennya menurun terus, pertumbuhannya negatif. Tetapi pariwisata dari tahun ke tahun mengalami peningkatan," ujarnya.

Haryanto menambahkan sampai Juli tahun ini, walaupun belum dirilis secara resmi namun dari komunikasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), bidang pariwisata berhasil berada di posisi kedua penghasil terbesar devisa negara.

"Target kami, penghasil devisa terbesar pada 2019 sudah semakin di depan mata. Bahkan kami tidak perlu menunggu hingga 2019, tahun depan bisa kami wujudkan. Artinya, pariwisata yang saat ini saja belum digali dan dikelola secara maksimal, sudah berkontribusi apalagi kalau sudah dikelola dengan baik," katanya.

Loading...
;

Dikatakan, Papua yagg kaya dengan wisata alam, budaya, dan bahari hingga kini memang belum digali dan dikelola dengan baik. Untuk itu ke depan pihaknya akan mendorong dan memotivasi agar sektor pariwisata menjadi prioritas nasional.

"Dengan adanya branding yang sudah dipahami, kita semakin percaya diri untuk bersaing dengan negara-negara pesaing kita seperti Malaysia dan Thailand. Branding itu penting bagi semua produk termasuk destinasi pariwisata karena ada nilai dan harganya, serta bisa menjadi magnet penggerak pariwisata nasional," ujarnya.

Kepala Seksi Pengembangan SDM, Dinas Pariwisata Provinsi Papua, Hans Menanti mengatakan, Branding Pesona Indonesia di Papua menurutnya tidak ada masalah karena ikon dasarnya sudah ada yaitu alam, budaya, dan bahari.

"Kalau alam kita punya puncak Cartens, budaya kita punya pengawetan mumi di Wamena dan kalau bahari kita bisa melihat ikan hiu di Nabire. Nah, bagaimana mengkolaborasi semua itu menjadi satu simbol. Ini yang harus dibicarakan bersama yang mana semua simbol-simbol ini mewakili lima wilayah adat yang ada di Papua," katanya.

Sehingga, lanjutnya, apabila menjadi lokal branding in Papua, maka semua orang akan tahu ternyata branding itu milik Papua. Sebab brand ini adalah sesuatu yang menjanjikan. Hans Menanti mencontohkan, kalau brand ikan dipasang di wilayah pegunungan Papua maka akan mubazir dan tidak tepat sasaran.

"Namu kita sudah memiliki gambaran karena di Papua ada Tifa, Cenderawasih, dan ada panah. Kalau tiga simbol ini kita satukan menjadi sebuah brand mungkin bisa, namun tentunya harus dibicarakan bersama-sama karena ini menyangkut lima wilayah adat yang ada di Papua," ujarnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top