TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Kemensos akan bangun 76 unit rumah bagi korban banjir bandang Sentani

Kunjungan Mensos ke Papua
Menteri Sosial Tri Rismaharini dan rombongannya mengunjungi lokasi pembangunan rumah korban banjir banding Sentani di Kampung Doyo Baru Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Papua. - Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Kementerian Sosial RI akan membangun 76 unit rumah warga Jemaat Eklesia Milinik Cycloop yang rusak diterjang banjir bandang Sentani yang terjadi pada 16 Maret 2019 lalu. Hal itu dinyatakan Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat mengunjungi tempat pengungsian korban banjir bandang di Polomo, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (7/8/1021).

Risma mengatakan pembangunan puluhan unit rumah itu harus selesai sebelum Desember 2021. Dengan demikian, para korban banjir bandang tidak lagi tinggal di pengungsian, dan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.

Mantan Walikota Surabaya itu berharap pembangunan 76 unit rumah oleh Kementerian Sosial tidak menimbulkan kecemburuan bagi masyarakat yang tidak mendapat bagian. “Jangan sampai ada gesekan ditingkat bawah dari masyarakat akibat pembangunan rumah bantuan ini. Sebab masih banyak yang belum tersentuh dengan bantuan seperti ini, ” ujarnya.

Baca juga: Perbaikan rumah yang rusak berat karena banjir bandang jangan disamaratakan

Risma juga memberikan bantuan 326 paket sembako dan buku pelajaran kepada warga Jemaat Eklesia di Polomo Sentani. Rombongan Risma juga meninjau lokasi pembangunan rumah korban banjir banding di Kampung Doyo Baru Distrik Waibhu.

Salah satu tokoh masyarakat yang mengikuti rombongan Risma, Pdt Lipius Biniluk mengatakan puluhan kepala keluarga di penampungan Eklesia Milinik sudah lama menunggu bantuan perumahan seperti itu. Sejak bencana banjir bandang terjadi dua tahun lalu, sebagian warga sudah kembali dan memperbaiki sendiri rumah mereka.

“Tidak ada istilah rumah rusak ringan, sedang, dan berat. Semua yang tinggal di penampungan tidak punya rumah akibat banjir bandang itu,” kata Biniluk.

Salah satu warga jemaat Eklesia Milinik, Fransiskus Weiya mengapresiasi langkah Kementerian Sosial RI yang bersedia mengunjungi para korban banjir bandang di sana. Menurutnya, para korban banjir bandang di sana beberapa kali menerima bantuan sembako, namun bantuan itu tidak rutin.

” Biasa nonton di televisi waktu Ibu Risma masih menjabat [sebagai] Wali Kota Surabaya. Sekarang bisa ketemu dan memberikan bantuan rumah, sangat luar biasa Ibu Menteri dengan kerja-kerjanya yang langsung datang ke masyarakat,” kata Weiya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us