Kemensos dan Kemen P3A gelar survei pengalaman hidup dan pengentasan kemiskinan di Nabire 

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi – Direktorat Penanganan Fakir Miskin Pedesaan Kementerian Sosial bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) dan Badan Pusat Statistik, selama 12 hari melakukan beberapa survei di Kabupaten Nabire.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nabire, Izak, yang ditemui Jubi saat mendampingi Tim Survei Nasional dan Tim Penilai Kelompok Usaha Bersama dari Direktorat Penanganan Fakir Miskin Pedesaan Kementerian Sosial RI, Senin (12/11/2018), mengatakan survei dilakukan di Distrik Nabire Kota dengan lima kelurahan di antaranya Kelurahan Kalibobo, Kelurahan Siriwini, Kelurahan Nabarua, Kelurahan Girimulyo, dan Kelurahan Karang Mulia.

Tim Leader Survei Nasional, Karim Saleh, menjelaskan tujuan survei adalah untuk menggali pengalaman hidup anak dan remaja tahun 2018, pengalaman hidup dari kecil hingga dewasa. Sasaran survei adalah anak laki-laki usia 13 sampai 24 tahun.

“Kegiatan ini serentak di 23 provinsi. Untuk Provinsi Papua, Nabire menjadi sampel karena Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak belum memiliki data nasional,” ujar Karim Saleh.

Sementara, Perwakilan Direktorat Penanganan Fakir Miskin Pedesaan Kementerian Sosial RI, Ade Zul Affandi, menambahkan tujuan survei yang lain adalah untuk memverifikasi Kelompok Usaha Bersama (Kube) berprestasi dan pendamping berprestasi.

“Kube berprestasi dan pendamping berprestasi adalah kelompok usaha bersama program dari Direktorat Penanganan Fakir Miskin khususnya dalam pengentasan kemiskinan,” katanya.

Loading...
;

Hasil survei ini rencananya akan dikompetisikan dan dilihat ranking tertinggi untuk tingkat nasional. Kabupaten Nabire direkomendasikan menjadi wakil Provinsi Papua.

“Ya, mudah-mudahan nanti bisa dibawa dalam acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional,” katanya.

Ade menandaskan kehadiran tim survei, untuk melihat sejauhmana keberhasilan program pemerintah dalam mengentasken kemiskinan, khususnya program kube di Papua.

“Kami ingin melihat mana yang bernilai lebih, karena ada dua kube yakni Kube Sowidori dan Kube Tubewori, keduanya bergerak di bidang perikanan atau nelayan. Yang terbaik nantinya mewakili Papua dan sudah bisa mengakomodir dan mencerminkan Papua secara keseluruhan,” tuturnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top