Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kementerian Pertanian ajak petani Papua kembangkan kopi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kementerian Perkebunan RI mengajak petani kopi di Papua untuk meningkatkan produksi dan semakin mengembangkan komoditas tersebut dengan berbagai aneka produk dan cita rasa. Pasalnya kopi asal Bumi Cenderawasih sangat diminati pasaran.
 
Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Bambang mengatakan saat ini permintaan kopi di pasaran cukup tinggi hal ini sejalan dengan maraknya bisnis kafe yang menyajikan kopi sebagai menu utama.  
 
"Oleh karena itu kita ajak semua masyarakat yang lahannya memungkinkan untuk ditanami kopi, ayo mulai bertani kopi. Karena ini merupakan komoditas yang sangat menjanjikan. Sebab saat ini permintaannya cukup tinggin di pasaran," kata Bambang, di Jayapura, Selasa (14/3/2017).
 
Menurutnya, produk kopi terbilang unik, karena jika produksinya sedikit maka akan susah untuk dipasarkan. Untuk itu, peningkatan dan pengembangan harus dilakukan dengan baik. 
 
"Para pembeli lebih meminati kopi dalam jumlah yang besar. Kalau ada kopi misalnya satu atau dua kapal, maka itu makin mudah dipasarkan apalagi kopi dari Papua, tapi kalau adanya cuma sekarung dua karung itu memang agak susah," ucapnya.
 
Ia menjelaskan, kopi memiliki beragam cita rasa yang khas tergantung dari tempat geografis dimana bisa tumbuh misalnya Arabica dan Robusta, atau kopi khusus yang dilakukan secara fermentasi, lalu misalnya berdasarkan merk dagang seperti kopi organic. Ini semua bisa dilakukan oleh petani Papua. 
 
"Namun harus dibuat dengan cara yang khusus sehingga menghasilkan rasa nikmat yang khas dan ini bisa menjadi jargon untuk pemasaran kopi ke depan di Papua," kata Bambang.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua Jhon Nahumury menekan, untuk dapat memenuhi kebutuhan ekspor kopi, hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah menyiapkan bahan baku supaya pengirimannya dilakukan secara berkelanjutan.
 
Selain itu, melakukan perluasan areal, intensifikasi (peningkatan kegiatan) serta diversifikasi agar dapat mencukupi kebutuhan kopi yang diminta. Sebab sangat penting melakukan perbaikan kualitas yang mesti terus dilakukan sebelum kopi itu dikirim.
 
Ia mengaku, hasil produksi kopi Papua masih sangat terbatas, meski demikian peluang dan tantangan ini perlu terus didorong. Supaya hasil kopi yang diusahakan petani Papua bisa memiliki pasar di dalam dan luar negeri.
 
"Memang kopi kita sudah terkenal tapi produksinya masih terbatas. Namun Pemerintah Provinsi Papua akan terus berupaya mengembangkan komoditi ini di wilayah Lapago dan Mepago guna menangkap peluang ini," kata John. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top