Follow our news chanel

Kemerdekaan semakin dekat, Raja gadungan Bougainville masih ada

papua
Noah Musingku telah berhasil meyakinkan orang-orang dari seluruh Pasifik untuk menyerahkan ratusan juta dolar. - YouTube/ Millennium Reign

Papua No.1 News Portal | Jubi

Oleh Liam Fox

Pandangan Noah Musingku beralih ke layar komputer PC kuno yang sepertinya sudah tidak bisa digunakan sejak bertahun-tahun yang lalu, mengetik kibor dengan serius selama beberapa detik, lalu menoleh ke arah kami dan berseru “kamu sekarang seorang miliuner, Gorethy!”

“Ada uang $2 juta di rekeningmu. Kirimkan saja detail rekening bank dan kami akan mentransfer uangnya kepadamu,” lanjut Musingku.

Gorethy Kenneth, seorang reporter surat kabar Post-Courier Papua Nugini, tidak gembira mendengarkan berita tersebut – dan dia tidak memberitahukan informasi rekening banknya kepada Musingku.

Kejadian itu terjadi pada 2010, saat saya sedang bertugas di Bougainville.

Saya dan rekan-rekan saya telah memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan sampingan untuk mencoba bertemu dengan Noah Musingku, seorang penipu terkenal yang telah bersembunyi di Desa Tonu, di selatan pulau Bougainville, sejak melarikan diri dari daratan Papua Nugini satu dekade sebelumnya.

Musingku kemudian menobatkan dirinya sendiri sebagai Raja Peii II, dan menamai daerah itu kerajaan Papaala.

Loading...
;

Dia juga membentuk kelompok kecil pasukan milisi bersenjata untuk melindunginya dan harta miliknya yang tersisa dari skema piramida yang ia mulai di Papua Nugini, U-Vistract.

Terlepas dari perlindungan keamanannya, mengajukan permohonan audiensi dengan raja tersebut ternyata mudah, dan salah satu pengalaman teraneh dalam karir saya sebagai jurnalis.

Janji-janji besar dan mata uangnya sendiri

Berasal dari Bougainville, Musingku memulai U-Vistract di ibu kota Papua Nugini, Port Moresby, pada akhir 1990-an, menjanjikan bunga 100 % per bulan bagi para investor.

Layaknya semua skema piramida, investor pertama memang menerima keuntungan yang dijanjikan, mendorong ribuan orang di Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Fiji untuk menyerahkan jutaan dolar kepadanya.

Musingku bahkan berhasil membuka sebuah cabang bank yang disebut Royal Reserve Bank of Papaala, berjarak tidak jauh dari kantor pusat Bank Papua Nugini, bank sentral negara itu.

Ketika pihak berwenang akhirnya bergerak untuk menghentikan usahanya, dia pindah ke Kepulauan Solomon, dan akhirnya pulang ke desa asalnya di Tonu, di Bougainville.

Di sana ia menobatkan dirinya sebagai Raja Peii II dari Papaala dan meyakinkan sekelompok mantan tentara Fiji untuk melatih pasukan milisi untuknya, yang dipersenjatai dengan sejumlah kecil senjata api.

Di tahun-tahun sejak itu, dia mencetak mata uangnya sendiri – Bougainville kina – yang ia gunakan untuk membayar para pengikutnya di Tonu.

Mahkota dari kuningan

Tonu adalah desa yang asri dengan halaman rumput yang rimbun, taman yang terawat, dan bangunan-bangunan sederhana beratapkan jerami.

Saat melakukan kunjungan kami ke sana, pertama-tama kami diantar ke sebuah gubuk kecil oleh salah satu asisten Musingku yang mengenakan kalung besar dengan gigi babi hutan.

Kami harus disucikan dengan doa sebelum bertemu dengan sang raja – ia itu lalu mencerocos selama beberapa menit, bersyukur kepada Tuhan karena membawa kami ke sana untuk meliput berita baik.

Gorethy, yang hanya mengenakan celana pendek, diberikan sehelai kain agar dapat ia ikat dipinggang untuk menutupi kakinya di hadapan raja.

Kemudian, di gedung besar lainnya, kami bertemu dengan Musingku: seorang pria kecil, ia mengenakan jas biru kusut yang terlihat beberapa ukuran terlalu besar untuknya, selempang dengan hiasan kerang, dan sebuah hiasan kepala yang tampaknya seperti mahkota yang terbuat dari kuningan.

Selama 10 menit berikutnya, Musingku hanya bisa menatap mata kami sesekali, seraya menghindari menjawab pertanyaan tentang apa yang terjadi dengan uang yang dia ambil dari orang-orang di seluruh Pasifik.

Gorethy bertanya, “pada 1998 saya memberikan 2.000 kina kepada Anda. Itu adalah uang untuk biaya kuliah saya. Di mana uang saya?”

Pertanyaan itu membuat Musingku berpaling untuk menggunakan sebuah komputer lama, dan mengklaim Gorethy hanya perlu memberikan detail banknya agar bisa menerima keuntungan yang dijanjikan.

Terlepas dari pertanyaan kami yang tajam, dia tidak keberatan ketika kami meminta izin mengambil beberapa foto dengannya dan pengawalnya yang bersenjata.

Perjalanan Bougainville menuju kemerdekaan

Banyak hal telah berubah di Bougainville dalam waktu 10 tahun, sejak pertemuan aneh itu.

Tahun lalu, di bawah ketentuan perjanjian damai yang mengakhiri perang saudara di pulau itu, Bougainville melaksanakan referendum untuk menentukan apakah mereka ingin merdeka dari Papua Nugini. Hampir 98% pemilih mendukung kemerdekaan, dan saat ini pemerintah Papua Nugini dan Bougainville sedang menegosiasikan langkah-langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Namun ada satu hal yang tidak berubah: Musingku masih bersembunyi di Tonu, dan orang-orang masih datang mengunjunginya, baik untuk menginvestasikan uang, atau untuk menagih keuntungan yang dulu dijanjikan.

Setidaknya satu orang sudah merasa muak atas ulah Musingku.

Anggota parlemen (MP) lokal, Sam Akoitai, baru-baru ini mendesak orang-orang di daerah pemilihannya untuk berhenti mengunjungi Musingku, menegaskan sudah waktunya untuk menindaklanjuti penipu itu.

“Kita tidak bisa membiarkan buronan seperti Noah Musingku berkeliaran dengan pasukannya sendiri, dengan senjata api yang seharusnya sudah dikumpulkan,” tegasnya. “Ini adalah masalah yang serius karena Bougainville telah memilih untuk merdeka.”

Dr. Anthony Regan, seorang pengacara konstitusional dari Australian National University dan penasihat Pemerintah Otonomi Bougainville (Autonomous Bougainville Government/ ABG), percaya bahwa upaya dan motivasi untuk memproses Musingku itu minim.

“Dia punya penjaga bersenjata, dan polisi Bougainville umumnya tidak bersenjata,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa banyak orang di Bougainville termasuk beberapa pemimpin di pulau itu – yang pernah menggunakan jasa Musingku di tahun 90-an dan awal 2000-an.

Bahkan jika pihak berwenang ingin menahan Musingku, Regan menerangkan itu masih akan menjadi upaya yang sulit, menambahkan bahwa kemampuan Pemerintah Bougainville itu ‘terbatas’ dalam mengendalikan permasalahan-permasalahan di tingkat lokal.

MP Sam Akoitai menegaskan bahwa, bagaimanapun, mereka harus berusaha.

ABC News sudah menghubungi Presiden Bougainville Ishmael Toroama untuk meminta pendapatnya tentang apa yang harus dilakukan terhadap Musingku.

Presiden Toroama tidak dapat dihubungi, tetapi kantornya merujuk kami pada pidato yang ia sampaikan setelah ia mulai menjabat bulan lalu, dimana dia menyatakan kantor terbuka dan ia mengundang tokoh-tokoh penting yang tidak dilibatkan dalam proses perdamaian diskusi untuk diskusi, dalam inisiatifnya untuk “menstabilkan Bougainville.”

Kami juga telah menghubungi Musingku melalui seorang perantara untuk meminta komentarnya, dan kami menerima tanggapan melalui pesan teks. “Tidak ada orang seperti Sam Akatoi, si pengkhianat, yang bisa menghentikannya (Musingku ),” isi pesan itu. “Ia dilindungi oleh Tuhan … Dia berkata hanya orang bodoh yang akan mengkritik-nya.” (ABC News)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top