Follow our news chanel

Kenalkan anggrek Papua, Peneliti Belanda beri kuliah umum di UOG

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Jayapura Jubi – Pulau Papua dan Papua Nugini yang luas menyimpan banyak rumah bagi beberapa satwa  paling indah dunia, seperti burung, kupu-kupu, penghuni hutan lebat yang masih menutupi dataran dan pegunungan.

Papua Nugini dan Provinsi Papua juga menyimpan koleksi  fauna seperti anggrek yang sangat indah.  Lebih dari 2.000 spesies anggrek dapat di temukan di Negara Papua Nugini maupun Provinsi Papua, mulai dari rawa, hutan bakau, hutan pantai , padang rumput dingin atau di atas pohon tertinggi.

Peneliti dari Negara Belanda tertarik dengan anggrek yang ada di Papua Nugini dan Provinsi. Sejak 1996 sampai 2018 mereka melakukan penelitian terkait anggrek di Papua Nugini dan berkesempatan hadir di Provinsi Papua untuk meneliti. Akhirnya bertemu dengan mahasiswa Universitas Ottow Geissler untuk melaksanakan  kuliah umum.

Dr. Edward De Vogel dari, Naturalis Biodiversity Center Belanda mengatakan di Papua banyak anggrek tetapi tidak ada yang fokus untuk meneliti. “Sebanyak 3.000-an spesies diteliti oleh orang asing, dan Orang Papua hanya beberapa saja,” katanya di Jayapura, selasa (16/10/2018).

Ia memulai penelitian dari tahun 1996 sampai sekarang. Dan di Papua baru di tahun 2017, ia menemukan spesiaes baru dan salah satunya adalah  polvovilum rianae.

Dosen Biologi Universitas Ottow Geissler, Jhon Mampioper mengatakan pihaknya mengundang Dr. Edward ahli anggrek  dari Belanda untuk membagikan pengalaman penelitian anggrek di Papua Nugini dan Provinsi Papua.

Loading...
;

“Melalui kuliah umum ini mahasiswa ottow geisler bisa mengenal anggrek yang ada Papua Nugini dan Provinsi Papua melalui erdward karena koleksi pa erdward ini sangat banyak dan mahasiswa sangat antusias untuk mengikuti kuliah ini,”kata Mampioper.

Melalui kuliah umum itu diharapkan dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa terkait berbagai ilmuwan yang melukakan penelitian terkait anggrek di Provinsi Papua. “Anggrek nantinya akan menjadi  hasil hutan kayu non komoditi, dan itu menjadi souvenir dalam PON 2020 di Provinsi Papua,” katanya.

Rektor Universitas  Ottow Geisller Dr. Jerry Sawai  kepada wartawan setelah kuliah umum menjelaskan melalui pemaparan materi tentang anggrek ini mahasiswa jurusan kehutanan dan biologi bisa terinspirasi untuk mengambil judul skripsi, meneliti dan menemukan anggrek spesies baru.

“Di UOG sendiri tidak ada jurusan terkait anggrek, tetapi melalui kerja sama dan berbagi materi seperti ini memungkin Universitas Ottow Geissler menambahkan jurusan keanegaragaman hayati Papua. Dan itu menjadi laboratorium penelitian di Propinsi Papua,” harapanya.

Kenalkan anggrek Papua, Peneliti Belanda beri kuliah umum di UOG 1 i Papua

Untuk berbagai pihak yang ingin belajar terkait anggrek bisa mengakses situs www.orchidsnewguinea.com yang memuat galeri besar gambar anggrek. Situs tersebut juga menulis sedikitnya 134 genus dan lebih dari 2700 deskripsi spesies.

Dan mereka yang ingin benar-benar berkenalan dengan anggrek New Guinea, ia menyarankan harus mempelajari karya-karya Rudolf Schlechter, (1872-1925), J.J. Smith (1867-1947), dan ahli botani lainnya. “Berharga meskipun karya-karya ini, mereka tidak mengandung ilustrasi berwarna dan mereka sebagian besar terdiri dari deskripsi spesies dalam bahasa Latin,” jelasnya.

Sayangnya karya-karya lengkap mereka hanya dapat ditemukan di sangat sedikit perpustakaan.Di dalam karya mereka terdapat gambaran modern, yang menyediakan sarana untuk mengidentifikasi setidaknya semua genera yang diketahui terjadi di New Guinea.(*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top